Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Klaim pengangguran AS turun menjadi 234K di pekan lalu vs 249K, estimasi pada 252K

world-economy World Economy

Revitalisasi Sektor Manufaktur Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 14 Oktober 2014 10:48 WIB
Dibaca 370

Monexnews - Untuk menghindari jebakan kelas menengah, pemerintah memberikan perhatian khusus pada revitalisasi manufaktur dan masalah ketimpangan sosial. Dalam konferensi internasional "Growth Strategies For a Rising Indonesia", keduanya pun menjadi topik bahasan khusus pada hari ini, Jumat (10/10).

Menurut Wakil Menteri Keuangan II Bambang P.S. Brodjonegoro, kontribusi sektor manufaktur dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia dewasa ini telah mengalami penurunan. "(Kontribusinya) masih besar, tapi masih kalah jika dibandingkan dengan pada tahun 1990an," ungkapnya.

Padahal, saat ini, sektor inilah yang dinilai paling potensial untuk menaikkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah perlu melakukan langkah-langkah strategis untuk dapat merevitalisasi sektor ini. "Tetap (sektor) manufaktur harus dikembangkan," jelasnya.

Ia mengungkapkan, revitalisasi sektor manufaktur sangat penting untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi. Seperti diketahui, untuk dapat lolos dari jebakan negara berpendapatan menengah, Indonesia harus dapat mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan.

Di sisi lain, pemerintah juga berkepentingan untuk mengurangi tingkat ketimpangan sosial. Meskipun pemerintah telah berhasil menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi dan mengurangi angka kemiskinan, hal tersebut belum diikuti oleh pemerataan.

"Sepertinya kita sudah bisa mengurangi pengangguran dan kemiskinan absolut, tapi masih kesulitan untuk mengatasi masalah ketimpangan ini," jelasnya.

Oleh karena itu, melalui konferensi ini, ia berharap pemerintah akan memperoleh masukan yang dapat diterapkan terkait kedua isu tersebut. "Kita cari cara terbaik agar ekonomi tumbuh sustain terutama didorong oleh sektor manufaktur, dengan menjaga pertumbuhan yang tinggi, tapi juga mengurangi inequality," urainya. (nv)

 

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia
www.kemenkeu.go.id

(disadur tanpa penyuntingan)

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar