Selasa, 24 Januari 2017

world-economy  World Economy

RI Tetap Waspadai Kondisi Ekonomi Global

Kamis, 10 Oktober 2013 12:12 WIB
Dibaca 638

rial, helvetica, sans-serif;">Monexnews - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga tahun ini akan tumbuh 5,6 persen. Pada akhir tahun, ekonomi Indonesia diperkirakan akan tumbuh 5,5 persen hingga 5,9 persen. Hal tersebut terjadi karena kondisi ekonomi global yang belum membaik.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mewaspadai kondisi global yang terjadi saat ini, termasuk government shutdown dan debt ceiling di Amerika Serikat. BI berharap permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan. “Kita mewaspadai perkembangan eksternal dan siap respons dalam bauran bentukan, termasuk gunakan instrumen moneter, stabilitas nilai tukar, juga langkah makro prudential,” kata Gubernur BI.

Menurutnya, tertundanya persetujuan anggaran Amerika Serikat (AS) memberikan dampak pelemahan sebesar 0,4 persen dalam dua minggu dan 1,4 persen dalam satu bulan terhadap ekonomi AS. “Ini tentu berdampak ke negara mitra dagang utama mereka," tuturnya.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan, dampak situasi AS terhadap Indonesia akan terlihat di sisi perdagangan. Sementara dari sisi keuangan, kondisi AS memberikan dampak positif ke negara berkembang. "Yield suku bunga turun. Ini yang kemudian memberi dampak jangka pendek yaitu arus modal masuk khususnya fixed income ke negara berkembang," katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa pemerintah akan terus berupaya agar ekonomi Indonesia berjalan dengan baik, agar dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. “Pemerintah berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi yang telah dikoreksi menjadi 6,3 persen dengan mengutamakan stabilitas dan pertumbuhan di angka yang realistis,” katanya. Pemerintah, lanjutnya, juga akan terus berupaya mengendalikan inflasi di bawah 9 persen, termasuk menjaga supply and demand serta harga-harga.(nic)

 

Sumber: rilis resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.depkeu.go.id


*disadur tanpa perubahan


 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar