Kamis, 19 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Rilis GDP Lengkapi Rapor Apik Ekonomi Indonesia

Rabu, 5 Februari 2014 11:50 WIB
Dibaca 576

Monexnews - Setelah kemarin laporan perdagangan dirilis pada angka yang memuaskan, kini data terbaru juga menunjukkan kinerja yang sama. Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini mengumumkan data gross domestic product (GDP) Republik Indonesia, yang positif, untuk periode kuartal IV 2013. Nilai perekonomian negara ini meningkat 5.72% dibandingkan catatan triwulan akhir 2012. Dalam skala kuartalan, GDP memang turun 1.42% dari perolehan triwulan III 2013 namun lajunya di bawah estimasi analis yakni minus 1.66%

Sedangkan Produk Domestik Bruto Indonesia untuk satu tahun penuh 2013 tumbuh sebesar 5.78% atau lebih baik di atas perkiraan pelaku pasar (5.70%). Menurut BPS, pertumbuhan terjadi pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi tercatat di sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 10.19% dan growth terendah di sektor pertambangan dan penggalian yakni sebesar 1.34%. Sementara PDB Tanpa Migas tahun 2013 tumbuh 6.25%.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2013 (menurut sisi pengeluaran) terjadi pada komponen ekspor barang dan jasa yakni sebesar 5.30%, kemudian diikuti komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (5.28%), komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (4.87%) dan komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang sebesar 4.71%. Sementara, komponen impor sebagai faktor pengurang mengalami pertumbuhan sebesar 1.21%.

Pada tahun 2013, PDB (harga berlaku) digunakan untuk memenuhi komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 55.82%, pengeluaran konsumsi pemerintah (9.12%), pembentukan modal tetap bruto atau komponen investasi fisik (31.66%), ekspor (23.74%) dan impor (25.74%). Sebanyak 57.78% dari PDB triwulan IV-2013 disumbang oleh Pulau Jawa, dengan urutan tiga provinsi terbesarnya adalah DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat. Secara kuantitatif, kegiatan-kegiatan di sektor sekunder dan tersier masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sedangkan kegiatan sektor primernya lebih diperankan oleh luar Jawa.

 

[Nilai tukar Rupiah terpantau pada posisi 12.170 per US Dollar pasca data perdagangan dirilis]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar