Senin, 23 Januari 2017

world-economy  World Economy

Roubini: Belum Waktunya Panik Hadapi Isu Plafon Hutang

Selasa, 15 Januari 2013 16:49 WIB
Dibaca 668

Monexnews - Pemerintah Amerika Serikat (AS) terancam kehabisan dana untuk melanjutkan operasional negara di sekitar bulan Februari hingga awal Maret 2013. Apabila hal itu terjadi, maka disinyalir akan memicu kerusakan ekonomi jangka panjang yang berujung pada penurunan peringkat hutang negara di mata dunia. Kemungkinan tersebut hanya bisa dihindari apabila kongres menyetujui kenaikan plafon hutang yang saat ini ditetapkan sebesar $16,4 triliun.

Menyikapi hal tersebut, ekonom ternama yang biasa dijuluki Dr Doom, Nouriel Roubini menyatakan bahwa belum waktunya untuk panik dalam merespon apa yang terjadi di Amerika. Kondisi fundamental negara itu disebutnya masih solid meski beberapa isu ekonomi belum dituntaskan. "Secara keseluruhan, masalah Amerika sesungguhnya masih soal fiskal, pertumbuhan dan pengangguran," ujarnya pada konferensi Reuters kemarin.

Roubini melihat imbas dari dinamika ekonomi politik Amerika akan berbeda kali ini. Apabila nantinya peringkat kredit negara itu di-downgrade oleh agensi-agensi rating, maka yang terjadi nantinya adalah penurunan bunga obligasi Amerika. "Padahal di negara lain yield akan turun jika negara mengalami downgrade, untuk Amerika efeknya berbeda," tuturnya. Peran Dollar dan obligasi Amerika sebagai aset safe haven akan tetap kuat apapun yang terjadi di Washington.

Menteri keuangan Amerika, Timothy Geithner, telah mengirim surat resmi kepada kongres berisi pandangannya tentang krisis anggaran pemerintah. Di dalamnya, ia menjelaskan bahwa Amerika bisa mengalami gangguan ekonomi apabila batas pinjaman tidak segera dinaikkan. Tidak hanya itu, pemerintah juga tidak bisa mengucurkan dana $80 juta setiap bulannya untuk kepentingan bantuan sosial dan kesehatan (medicare dan medicaid) serta dana pertahanan dan penegakan hukum. "Semua pihak harus memahami bahwa kualitas kredit Amerika tidak bisa dijadikan alat tawar untuk berbagai kepentingan politik," sindir Geithner dalam suratnya kepada pejabat tinggi kongres. Surat itu juga diterima oleh juru bicara John Boehner, yang selama ini dikenal sebagai seteru abadi pemerintah. Beberapa anggota Partai republik mengatakan rela membiarkan instrumen hutang Amerika 'default' atau pemerintah gagal beroperasi, apabila hal itu bisa memaksa presiden Barack Obama untuk melakukan pemangkasan anggaran lebih besar.

Roubini menganggap risiko perlambatan ekonomi global tidak akan memupus minat investor terhadap instrumen Dollar dan obligasi. "Kita sekarang dalam iklim inflasi rendah, suku bunga rendah dan pelonggaran moneter. Bahkan tidak tertutup kemungkinan muncul quantitative easing IV," ujarnya lagi. Di puncak krisis sekalipun, pelaku pasar keuangan masih tetap memborong Dollar dan treasury sebagai pilihan aset paling aman.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar