Senin, 23 Januari 2017

world-economy  World Economy

Rupiah Masih Potensial Terimbas Capital Outflow

Kamis, 8 Agustus 2013 16:19 WIB
Dibaca 374

Monexnews -

Investor mulai mempertanyakan Indonesia mengingat melambatnya pertumbuhan dan pemilihan umum yang kian mendekat. Ekonomi Indonesia hanya bertumbuh 5,9% pada kuartal kedua tahun ini, performa terburuk sejak 2010 terimbas oleh penurunan harga komoditas ekspor, mengakibatkan defisit perdagangan yang kian melebar.

Kondisi makro dan fundamental ini memicu capital outflow yang sulit terbendung paska pengetatan moneter maupun fiskal pemerintah, para investor mulai menjual saham, obligasi dan rupiah pada musim panas ini di tengah adanya spekulasi bahwa Federal Reserve sedang mempersiapkan untuk mengurangi pembelian obligasi.

Nilai rupiah terhadap dolar AS turun 6% sejak awal Mei. Pada periode yang sama, imbal hasil hasil obligasi pemerintah dalam rupiah naik dari 5,5% menjadi 7,63%. Imbal hasil naik jika harga turun. Jika rupiah terus menurun, maka barang impor akan semakin mahal, memicu inflasi lebih tinggi dan memperburuk keadaan keuangan negara ini. Suku bunga yang lebih tinggi dan pembatasan peminjaman bisa memperkuat nilai rupiah, namun di lain sisi justru menekan pertumbuhan yang dibawah performa.

Siklus pemilu 2014 semakin merumitkan outlook ekonomi Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang berhasil membawa stabilitas dan pertumbuhan bagi Indonesia sepuluh tahun terakhir ini, sudah tidak lagi bisa maju dalam bursa calon presiden. Dengan pemilu kurang dari setahun lagi, para pembuat kebijakan tidak ingin mengadopsi langkah-langkah yang bisa mengurangi pertumbuhan, demikian pandangan para investor.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar