Minggu, 23 Juli 2017

world-economy  World Economy

Rupiah Melemah, Eksportir Minyak Kepala Sawit Diincar

Kamis, 26 Juni 2014 8:55 WIB
Dibaca 534

Monexnews - Pelemahan rupiah Indonesia menuju level terendah dalam 4 bulan mendorong manajer dana domestik terbesar untuk mengalihan dana menuju perusahaan eksportir minyak kelapa sawit dari perusahaan konstruksi. Rupiah telah melemah sekitar 6% terhadap dollar kuartal ini, paling banyak di antara 24 mata uang negara berkembang lainnya, dan diperdagangkan di level terlemah sejak Februari kemarin. Terakhir kali rupiah terdepresiasi sebanyak ini dalam satu kuartal, Jakarta Agricultural Index melonjak sekitar 20% tiga bulan setelahnya.

PT Mandiri Manajemen Investasi sedang mengantisipasi rally selanjutnya kali ini seiring kombinasi dari pelemahan mata uang dan kenaikan harga minyak kelapa sawit meningkatkan outlook earnings ekspor, menurut Priyo Santoso, CIO Mandiri di Jakarta. Saham perusahaan sektor konstruksi menjadi mahal setelah mencetak kenaikan terbesar di antara 9 grup industri di Jakarta Composite Index tahun ini, ucapnya.

“Penurunan harga komoditas telah berakhir dan saham sektor konstruksi telah naik secara signifikan, sehingga ini adalah saatnya rotasi,” ucap Santoso, yang mengelola dana sekitar 1.8 milyar dollar. “Sektor komoditas telah dianggap sebagai alat lindung terhadap penguatan dollar.” Rupiah melemah ke sekitar level 12,090 per dolla rkemarin di tengah kecemasan defisit neraca berjalan Indonesia akan melebar setelah mencetak defisit perdagangan terbesar dalam 9 bulan pada bulan April. 

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar