Minggu, 23 Juli 2017

world-economy  World Economy

Rupiah Menguat, Inflasi Diperkirakan Rendah

Jumat, 14 Maret 2014 11:53 WIB
Dibaca 445

Monexnews - Menteri Perdagangan (Mendag) M. Lutfi mengaku optimistis laju inflasi pada Bulan Maret akan lebih rendah dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir. Melemahnya laju inflasi tersebut tercermin dari inflasi Bulan Januari, Februari dan inflasi tahun ke tahun (y-o-y).

“Inflasi yang ada di Januari, Februari menunjukkan kondisi baik, sehingga inflasi (y-o-y) 7,75 dan inflasi Maret akan lebih baik dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir,” kata Mendag pada Rabu (12/3). Ia menambahkan, perkembangan inflasi saat ini berada di jalur normal pada level 4,5 plus minus 1. Meski demikian, pemerintah juga mewaspadai kemungkinan adanya inflasi yang disebabkan oleh administered price.

Pada kesempatan terpisah, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyampaikan bahwa penguatan rupiah terhadap dolar AS beberapa waktu terakhir masih dalam batas perkiraan sebelumnya. "Secara umum, kami melihat pasar efisien dan misalnya ada penguatan (rupiah), itu masih dalam volatilitas yang bisa diterima," katanya di Jakarta, Rabu (12/3).

Menurut Gubernur BI, penguatan rupiah tersebut terjadi karena aliran modal (capital inflow) mulai kembali masuk serta mulai membaiknya fundamental perekonomian nasional. "Faktor dari incoming flow untuk membeli surat berharga negara maupun saham di Indonesia, sampai minggu pertama Maret telah mencapai Rp38 triliun, bandingkan sepanjang 2013 incoming (hanya) Rp28 triliun," ujarnya. Dengan kondisi saat ini, ia menyakini nilai tukar rupiah Indonesia masih sejalan dan selaras dengan nilai tukar mata uang lain di regional.

Sementara itu, terkait suku bunga acuan, Gubernur BI memberikan sinyal bahwa BI rate kemungkinan akan dipertahankan pada level 7,5 persen. “Bahwa (melihat) kondisi pasar keuangan dan moneter pada saat sekarang ini, kurang lebih (BI rate) akan dipertahankan,” katanya. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keputusan BI rate secara lebih komprehensif akan diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur pada Kamis (13/3), dan hal itu diputuskan berdasarkan data makro terbaru mengenai perekonomian nasional. "Karena semua tergantung data dan fakta yang akan dibahas Rapat Dewan Gubernur," pungkasnya.(nic)



Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar