Sabtu, 27 Mei 2017

world-economy  World Economy

Rupiah Terdepresiasi, Anggaran Subsidi BBM Meningkat

Kamis, 26 September 2013 15:42 WIB
Dibaca 658

Monexnews - Pemerintah dan Badan Anggaran (banggar) DPR menyepakati besaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas alam cair (Liquid Petroleum Gas/LPG) pada 2014 sebesar Rp210,73 triliun. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat bersama Panitia Kerja Asumsi Dasar, Penerimaan, Belanja, Defisit, dan Pembiayaan Badan Anggaran DPR, yang berlangsung pada Rabu (25/9).

Alokasi anggaran tersebut meningkat dibandingkan usulan pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2014 sebesar Rp194,89 triliun menyusul perubahan sejumlah asumsi, misalnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan, pemerintah telah menurunkan asumsi harga minyak mentah dunia. Hal tersebut sebagai bagian dari upaya menghindari pembengkakan beban subsidi BBM. "Harga ICP dan volume konsumsi yang ditetapkan memang lebih rendah dari dengan apa yang telah diajukan dalam nota keuangan RAPBN 2014. Tapi nilai tukar rupiah saat ini jauh di atas dari angka sebelumnya," kata Bambang. (ak)


sumber: Rilis Resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.depkeu.go.id

 

*disadur tanpa perubahan


(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar