Selasa, 12 Desember 2017

world-economy  World Economy

Rusia Beri Pinjaman Lunak bagi Perusahaan yang Terlilit Hutang

Rabu, 24 Desember 2014 17:56 WIB
Dibaca 1024

Monexnews - Kombinasi antara embargo blok barat dan penurunan harga minyak dunia membuat perusahaan-perusahaan di Rusia terancam gulung tikar. Pelemahan Ruble menjadi biang keladi kelesuan bisnis di tahun 2015, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang berbasis ekspor.

Seperti diketahui, sebagian besar hutang luar negeri perusahaan asal Rusia ditanggung dalam bentuk Dollar dan Euro. Oleh karena itulah beban pembayaran hutang jadi membengkak karena kurs Ruble konsisten merosot belakangan ini. Apabila kondisi tidak juga membaik, banyak pengusaha diprediksi bangkrut tahun depan karena uangnya habis hanya untuk membayar hutang.

Untuk menolong pengusaha dari beban hutang luar negerinya, Bank of Russia menawarkan bantuan finansial berupa pinjaman lunak. Penghutang Rusia bisa meminjam uang Dollar dan Euro kepada bank sentral untuk melunasi hutangnya. Sebagai timbal balik, mereka harus menyerahkan aset hutang luar negerinya untuk dijadikan agunan.

Artinya, pemerintah akan secara langsung masuk untuk menangani krisis kredit luar negeri tahun depan. Hal ini semakin memperburuk citra Rusia di mata lembaga pemeringkat. Tanpa kebijakan itupun sesungguhnya reputasi Moskow sudah cukup jelek, khususnya di mata agensi Standard & Poor's, yang sudah menyematkan outlook kredit 'negatif' kepada negara Rusia. Apabila tidak ada perubahan berarti, rating negara itu kemungkinan besar jatuh ke status 'junk' atau sampah di bulan Januari 2015. "Rusia telah kehilangan ruang gerak di sektor moneternya," ulas S&P dalam laporannya.

Pemerintah Moskow memang memiliki batasan minimal hutang luar negeri. Namun tidak demikian halnya dengan pelaku bisnis dan BUMN yang beroperasi dalam skala internasional. Jika ditotal, BUMN, bank dan perusahaan swasta asal Rusia memendam hutang luar negeri sekitar $600 miliar dan $100 miliar di antaranya akan jatuh tempo tahun depan.

Di sisi lain, pemerintah tidak bisa menolong pelaku usaha tersebut via kebijakan moneter dengan menjual Dollar. Pasalnya cadangan devisa dan emas negara itu sudah berkurang dari $510 miliar (awal 2014) menjadi $414 miliar. Devisa berkurang karena bank sentral menjualnya ke pasar sejak bulan Juni lalu demi membendung pelemahan Ruble.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar