Rabu, 24 Mei 2017

breaking-news Ifo: Indeks Iklim Bisnis Jerman naik ke 114.6 di Mei dari 112.9 di April, estimasi 113.1.

world-economy  World Economy

Rusia dan Iran Sepakati Barter Minyak dan Barang

Kamis, 7 Agustus 2014 9:38 WIB
Dibaca 1386

Monexnews - Embargo ekonomi dari negara-negara barat tidak membuat dua negara pesakitan, Rusia dan Iran, kehilangan akses sumber daya. Dua negara musuh Amerika tersebut dilaporkan telah menyepakati persetujuan ekspor impor minyak dan bahan pangan. Walaupun belum ada konfirmasi resmi dari juru bicara Moskow dan Teheran, beberapa media mengklaim kesepakatan sudah diteken.

Sanksi Amerika dan Uni Eropa membuat Iran dan Rusia kesulitan mencari mitra dagang dan sumber pemenuhan kebutuhan. Atas dasar itulah kedua negara setuju untuk saling barter produk buminya terutama minyak mentah dan hasil pertanian. Meski belum ada konfirmasi soal skema dan nilai kerjasama tersebut, aliansi antara Moskow dan Teheran nantinya bisa mementahkan tujuan dari embargo ekonomi yang diberlakukan Amerika dan sekutu.

Pada bulan Januari lalu, sumber Reuters mengungkapkan bahwa Iran dan Rusia sedang menegosiasikan barter minyak dan barang senilai $1.5 miliar per bulan. Dengan demikian, maka Iran dapat menggenjot lagi produksi minyaknya karena sudah ada konsumen baru.

Dalam proposal kesepakatan, Rusia akan membeli minyak Iran maksimal sebanyak 500.000 barel per hari atau sepertiga total ekspor Iran ke laur negeri. Sebagai imbalannya, Rusia akan mengirimkan barang-barang dan peralatan teknis ke Iran. Masih belum diketahui apakah barter tersebut juga melibatkan produk alat berat dan senjata militer.

Volume ekspor Iran sudah terpangkas dari 2.5 juta barel per hari menjadi hanya 1 hingga 1.5 juta barel per hari sejak dua tahun lalu karena sanksi blok barat. Embargo tersebut jatuh setelah pemerintah Teheran dianggap tidak kooperatif dalam menjelaskan rencana pengembangan nuklirnya kepada badan internasional.

Beredar spekulasi bahwa Rusia akan menjual lagi cadangan minyak yang didapatnya dari Iran kepada pihak ke-tiga. Mengingat negara ini sesungguhnya masih mencatat surplus migas dan statusnya sebagai eksportir terbesar ke-dua dunia (di bawah Arab Saudi) belum tergoyahkan. Bagi Rusia, sumber minyak adalah nyawa perekonomian karena jumlah suplainya yang mencapai 5 juta barel per hari mampu berkontribusi separuh dari total pendapatan nasionalnya.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `