Kamis, 14 Desember 2017

world-economy  World Economy

Sampaikan Aspirasi, 14 CEO Bank Sambangi Obama

Kamis, 3 Oktober 2013 13:13 WIB
Dibaca 557

Monexnews - Belasan CEO dari perusahaan-perusahaan bank Amerika Serikat menemui Presiden Barack Obama secara langsung di Gedung Putih beberapa jam lalu. Mereka memperingatkan adanya potensi pelemahan sistem keuangan apabila masalah shutdown dan plafon hutang tidak diselesaikan.

"Kita seharusnya tidak menggunakan dua isu ini sebagai alat tawar menawar," tegas CEO Lloyd Blankfein dari Goldman Sachs pasca pertemuan. Sikap Blankfein itu mewakili aspirasi pelaku perbankan yang tidak sabar dengan sikap kongres dalam negosiasi isu pendanaan pemerintah federal. Terlebih lagi, deadline plafon pinjaman akan jatuh pada 17 Oktober mendatang dan setelah itu Amerika tidak akan bisa membayar jumlah tagihan hutang secara penuh. Skenario ini akan jadi momen memalukan bagi negara perekonomian terbesar di dunia.

CEO bank-bank Amerika sudah memberitahu presiden tentang risiko jangka panjang yang bisa ditimbulkan oleh penutupan aktivitas pemerintah. "Semua orang setuju kalau siapapun tidak boleh menghambat jalannya pemulihan ekonomi. Namun shutdown dan kontroversi plafon hutang hanya akan membuat situasi memburuk," tambah Blankfein kepada media.

Beberapa saat sebelum pertemuan digelar, CEO JP Morgan Chase, Jamie Dimon mengatakan kalau dirinya akan senang sekali kalau resolusi anggaran segera dicapai. Mengingat ia khawatir dengan efek lanjutan yang timbul di sektor keuangan apabila aktivitas pemerintah berhenti terlalu lama.

Adapun 14 pemimpin perusahaan yang hadir dalam pertemuan dengan Obama termasuk Brian Moynihan dari Bank of America, James Gorman dari Morgan Stanley, Robert Benmosche dari American International Group, Michael Corbat dari Citigroup, John Stumpf dari Wells Fargo, Gerald Hassell dari Bank of New York Mellon dan Anshu Jain dari Deutsche Bank (DB). Mereka semua datang untuk memberikan tekanan psikologis kepada kongres, yang hingga sekarang masih enggan menyepakati proposal anggaran yang diajukan pemerintah. "Kami hadir tidak hanya untuk berkeluh kesah, tetapi juga menjelaskan tentang dampak negatif dari shutdown dan perdebatan plafon hutang," tutup Lloyd Blankfein.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar