Senin, 27 Maret 2017

world-economy  World Economy

Sanksi Rusia Ancam Prospek Laba Perbankan Eropa

Senin, 24 Maret 2014 11:49 WIB
Dibaca 725

Monexnews - Perusahaan keuangan asal Eropa sedang serba salah dalam menjalankan roda operasional di Rusia. Belum jelasnya sanksi blok barat kepada pihak Moskow membuat rencana bisnis bank-bank di wilayah Eropa Timur menjadi berantakan.

Sejauh ini blok barat memang telah memberikan sanksi kepada beberapa pejabat, pebisnis dan perusahaan asal Rusia berupa pembekuan akses dana dan transaksi di Amerika Serikat dan Uni Eropa. Namun masa berlakunya masih belum pasti dan peluang adanya sanksi tambahan juga terbuka lebar. Hal ini membuat perusahaan keuangan asing enggan bekerjasama dan memberikan fasilitas pendanaan kepada pihak Rusia. Walaupun pendapatan yang bisa dikeruk dari wilayah Rusia sangat menjanjikan, siapapun tentu tidak ingin melawan perintah Washington saat ini.

Seluruh perusahaan keuangan berupaya untuk mematuhi sanksi tersebut walau dengan berat hati. "Segala kebijakan kami sejalan dengan peraturan pemerintah Amerika Serikat, terutama menyangkut sanksi bagi negara dan pihak manapun," demikian Bank of America dalam pernyataan resminya. Hal senada diutarakan oleh lembaga keuangan asal Eropa, Deutsche Bank, yang mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan terkini dan mematuhi instruksi pusat. "Kami akan menerapkan sanksi apabila memang diperintahkan demikian," urai Deutsche kepada awak media.

Jika dibandingkan dengan bank dan perusahaan keuangan asal Eropa, sektor finansial swasta Amerika meminjamkan dana dalam jumlah kecil kepada pelaku usaha asal Rusia yakni sekitar $37 miliar. Jumlah itu hanya setara dengan 0.25% dari nilai asetnya baik di dalam maupun luar negeri. Bank of America bahkan mengaku eksposurnya ke pasar kredit Rusia hanya sebesar $6 miliar atau sangat kecil jika dibandingkan total likuiditasnya yang beredar di seluruh dunia yakni sekitar $1.9 triliun.

Sedangkan jumlah uang yang dipinjamkan oleh bank-bank asal Eropa kepada Rusia jauh lebih besar yakni mencapai $184 miliar atau 0.4% dari total aset industri perbankannya. Prancis menjadi negara dengan perusahaan peminjam terbesar dengan total nominal $51 miliar, kemudian diikuti oleh Italia, Jerman, Inggris dan Belanda. Austria juga termasuk negara dengan jumlah peminjaman cukup besar ke pihak Rusia, jika diukur berdasarkan rasionya terhadap total aset perbankan nasional.

Ekonom Deutsche Bank mengeluhkan potensi penurunan laba apabila sanksi terhadap Rusia terus diberlakukan. Selain efek buruk dari pembekuan aset, perbankan Eropa juga harus mewaspadai kelayakan debitur asal Rusia apabila nantinya krisis semakin memburuk.

Sanksi keuangan diberlakukan oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa kepada sebagian pelaku bisnis dan pejabat pemerintahan Rusia pasca referendum Crimea. Blok Barat berjanji akan memperluas cakupan hukuman apabila Rusia mengabaikan saran dunia internasional tentang pengambilalihan provinsi Crimea dari wilayah Ukraina.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar