Selasa, 30 Mei 2017

world-economy  World Economy

Kebijakan Rusia Untungkan Brazil, Rugikan Australia dan Selandia Baru

Jumat, 8 Agustus 2014 12:56 WIB
Dibaca 1126

Monexnews -  Bukan hanya Amerika Serikat dan negara-negara Eropa yang dirugikan oleh larangan impor barang yang baru saja diberlakukan oleh Rusia. Eksportir komoditas seperti Australia dan Selandia Baru juga akan kebagian getahnya karena produk mereka tidak akan bisa lagi masuk ke negeri beruang merah.

Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev, mengumumkan bahwa negaranya melarang impor produk makanan seperti daging, buah, sayuran, ikan, keju dan pangan olahan susu dari Amerika, Eropa dan negara sekutu barat (Kanada, Norwegia dan Australia/Selandia Baru). Embargo impor berlaku selama satu tahun ke depan dan berpotensi diperpanjang apabila memang perlu.

Jika bicara soal komoditas pangan seperti daging dan susu, Australia dan Selandia Baru sudah lama diakui sebagai pemain besar. Ekspornya sudah menjangkau berbagai negara, tidak terkecuali kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur. Oleh karena itulah sanksi dari Rusia akan turut menggerus pendapatan kedua negara dari sektor ekspor pangan ke luar negeri.

Meski demikian, Australia kemungkinan tidak akan terlalu menderita akibat kehilangan salah satu konsumennya dalam setahun ke depan. Karena jika dibandingkan dengan negara-negara lain, volume ekspor pangan ke Rusia tidak terlalu besar yakni hanya senilai A$159 juta per tahun atau setara US$147.4 juta), menurut data tahun 2013. Ekspor produk susu, hewan hidup dan daging-dagingan bahkan hanya berkontribusi kecil terhadap ekspor Australia dan Rusia.

Laporan terbaru menyebut bahwa ekspor produk hewani Australia ke Rusia memang sudah turun dari tahun ke tahun, di mana pada tahun lalu rasio penurunannya mencapai 17%. Hal ini terjadi karena Rusia memang sudah mengurangi permintaan impornya dari luar negeri sejak beberapa tahun belakangan.

Sementara negara eksportir susu dan daging lainnya, yakni Selandia Baru, kemungkinan menerima dampak lebih besar dari kebijakan Moskow. Seperti diketahui, susu dan produk hewani adalah nyawa bagi perekonomian negara ini, dan pemangku kepentingan harus mencari cara supaya embargo Rusia tidak mengganggu pemasukan nasional. Cara satu-satunya adalah dengan menemukan mitra dagang baru yang mampu menutup peran Rusia. Kalaupun ada negara yang akan diuntungkan oleh fenomena konflik antara blok barat dan timur, maka tak lain adalah Brazil. Negara ini diprediksi akan kebanjiran order produk hewani dari Moskow dalam setahun ke depan. Brazil bahkan diprediksi akan menjadi mitra strategis karena produk ekspor dagingnya, yang sebagian besar berkualitas rendah, cukup sesuai dengan trend permintaan dari Rusia. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar