Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

Sejak Krisis Ukraina, Belanja Warga Rusia di Inggris Menurun

Selasa, 25 Maret 2014 15:06 WIB
Dibaca 687

Monexnews - Inggris adalah salah satu nagara tujuan favorit investasi, pendidikan dan belanja bagi warga Eropa khususnya orang-orang Rusia. Selain untuk keperluan bisnis, tidak sedikit warga Rusia yang tinggal dan menyekolahkan anaknya di kota-kota besar seperti London.

Tingginya kunjungan warga Rusia ke Inggris memang menguntungkan banyak pihak terutama pelaku industri wisata dan perdagangan. Namun sejak krisis Ukraina memuncak, minat belanja konsumen Rusia cenderung menurun. Menurut survei lembaga peneliti industri wisata dan belanja Inggris, Global Blue, total belanja warga Rusia di toko-toko dan hotel di Inggris turun sebanyak 17% sejak terjadinya konflik Ukraina. Rusia memang diakui sebagai salah satu negara dengan daya belanja konsumen terbesar di Inggris. Satu orang Rusia rata-rata membelanjakan 669 Poundsterling untuk satu kali transaksi di negeri Ratu Elizabeth, atau nominal yang cukup besar jika dibandingkan dengan rata-rata belanja warga negara Eropa lainnya.

Sayangnya di bulan Februari, gairah belanja warga Rusia menurun sehingga negara ini jatuh ke posisi 4 dalam daftar negara non-Eropa yang paling banyak membelanjakan uangnya di Inggris. "Instabilitas politik di Rusia berdampak langsung terhadap industri wisata tahun ini," ujar Gordon Clark, UK Manager Global Blue. Namun demikian, Clark percaya diri kalau penurunan belanja tersebut bisa ditutupi oleh tingginya minat belanja warga negara lain dari Timur Tengah dan China. Turis asal Timur Tengah merupakan konsumen barang mewah terbesar bagi Inggris dengan kontribusi kenaikan belanja mencapai 31% di Inggris pada tahun 2013 lalu. Sementara jumlah belanja barang mewah warga asal China meningkat 23% untuk periode yang sama.

Sementara itu, perusahaan peneliti asal Eropa, Open Europe, meyakini kalau peran Rusia terhadap perekonomian kota London juga tidak sebesar pemberitaan media. Menurut tim analisnya, investasi Rusia di London hanya senilai 27 miliar Poundtslirng atau setengah persen dari total aset ayng ditanamkan di ibukota Inggris itu. Sedangkan perusahaan keuangan Inggris juga hanya memiliki nasabah asal Rusia sebesar 1% atau jauh dibawah ekspansi layanan luar negerinya di Swiss dan Uni Eropa, yang masing-masing mencapai 6% dan 28%. Jumlah perusahaan Rusia yang terdaftar di bursa London juga cuma sekitar 4% atau 70 buah sehingga operasionalnya tidak akan mengganggu stabilitas sistem keuangan dan ekonomi nasional.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar