Minggu, 26 Maret 2017

world-economy  World Economy

Sektor Migas Jadi Biang Defisit Perdagangan RI

Senin, 4 Agustus 2014 12:41 WIB
Dibaca 445

Monexnews -  Badan Pusat Statistik beberapa saat lalu mengumumkan data transaksi perdagangan Republik Indonesia untuk periode Juni 2014. Nilai ekspor Indonesia pada bulan Juni tercatat sebesar US$15.42 miliar atau meningkat sebesar 4% dibandingkan laporan bulan Mei lalu. Sementara jika dibandingkan dengan periode Juni 2013, ekspor naik sebanyak 4.45%.

Ekspor barang-barang non-migas tercatat mencapai $12.63 miliar atau naik 1.43% dibandingkan Mei tahun lalu. Demikian pula jika dibandingkan dengan Juni 2013, volume ekspor naik 5.58%.

Jika diakumulasi, nilai ekspor Indonesia selama Januari-Juni 2014 mencapai $88.83 miliar atau turun 2.46% dibandingkan periode yang sama tahun 2013. Adapun ekspor non-migas mencapai $73.14 miliar atau menurun 2.14%.

Produk non-migas yang paling banyak menuai kenaikan adalah perhiasan dengan rasio peningkatan mencapai 109%. Penurunan terbesar terjadi pada produk bahan bakar mineral dengan persentase sebesar $138.5 juta (7.35%).

Untuk produk migas, ekspor terbanyak ditujukan ke Amerika Serikat dengan total transaksi $1.41 miliar, kemudian disusul dengan China ($1.33 miliar) dan Jepang $1.21 miliar. Kontribusi ketiga negara tercatat sebesar 31.30% terhadap total ekspor migas ke seluruh dunia.

Beralih ke sektor impor, pengiriman barang dari luar negeri ke Indonesia sepanjang Juni 2014 tercatat senilai $15.72 miliar atau naik 6.44% dibandingkan bulan Mei 2014. Sedangkan jika dibandingkan dengan Juni 2013, impor tercatat naik sebesar  0.54%. Impor nonmigas Juni 2014 mencapai $12,33 miliar atau naik 11,41% dibanding Mei 2014, sementara bila dibandingkan Juni 2013 naik 1,83%. Impor migas Juni 2014 mencapai US$3,39 miliar atau turun 8,42% dibanding Mei 2014, demikian pula apabila dibandingkan impor Juni 2013 turun 3,86%.

Mengacu pada keseimbangan ekspor-impor Juni 2014, maka neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit $300 juta atau berlawanan dengan hasil laporan bulan Mei (surplus $70 juta). Defisit dipengaruhi oleh defisit sektor migas dengan total mencapai $600 juta walau sektor non-migas sukses mencatat surplus $300 juta.  (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar