Selasa, 25 Juli 2017

world-economy  World Economy

Sektor Perdagangan RI Suplus Lagi Berkat Penurunan Impor

Jumat, 2 Mei 2014 10:54 WIB
Dibaca 457

rial, helvetica, sans-serif;">Monexnews - Indonesia berhasil menciptakan rekor surplus pada sektor perdagangan di bulan Maret 2014. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa trade surplus adalah sebesar $670 miliar. Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan torehan bulan Februari ($785 miliar), namun jauh lebih bagus dibandingkan prediksi 10 ekonom yang disurvei Wall Street Journal yakni sebesar $520 miliar.

Nilai ekspor Indonesia pada bulan Maret 2014 mencapai US$15.21 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 3.95% dibandingkan ekspor Februari 2014. Demikian juga bila dibandingkan dengan periode Maret 2013, ekspor mengalami peningkatan sebesar 1.24%. Adapun nilai impor Indonesia turun 2.3% (on year) menjadi US$14.54 miliar, namun lebih tinggi 5.4% dibandingkan satu bulan sebelumnya. Surplus yang dihasilkan pada bulan Maret dipengaruhi oleh penurunan minat beli masyarakat terhadap produk impor berkat kebijakan pajak yang ketat dari pemerintah.

Ekspor non-migas tercatat senilai US$12.57 miliar atau naik 5.59% dibandingkan angka pada Februari lalu dan lebih tinggi dibandingkan ekspor Maret 2013 yang hanya naik 3.92%.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia untuk periode Januari hingga Maret 2014 mencapai US$44.32 miliar atau menurun 2.42% dibandingkan periode yang sama tahun 2013. Demikian pula dengan ekspor non-migas, yang turun 2.20% ke angka US$36.45 miliar. Peningkatan terbesar pada ekspor non-migas Maret 2014 terhadap Februari 2014 terjadi pada bahan bakar mineral yakni sebesar US$265.7 juta (14.76%), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada produk perhiasan/permata yaitu sebesar US$63.4 juta (12.54%).

Volume ekspor non-migas ke China periode Maret 2014 mencapai angka terbesar yaitu US$1.52 miliar, disusul oleh Amerika Serikat dengan US$1.27 miliar dan Jepang dengan US$1.24 miliar. Kontribusi ketiga negara terhadap total ekspor non-migas Indonesia mencapai 32.03%. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) adalah sebesar US$1.32 miliar.

Jika dikelompokkan, ekspor hasil industri naik sebesar 3.55% dibanding periode yang sama tahun 2013. Demikian juga ekspor hasil pertanian, yang naik 4.87% dan ekspor hasil tambang dan lainnya, yang turun sebesar 24.19%.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar