Rabu, 13 Desember 2017

world-economy  World Economy

Sentimen Wall Street Topang Bursa Asia, Fokus Pada PMI China

Senin, 23 Juni 2014 8:02 WIB
Dibaca 757

Monexnews - Bursa saham Asia menguat pada hari Senin menyusul rekor tinggi penutupan pada Wall Street hari Jumat lalu sementara fokus beralih pada data penting sektor manufaktur China. Sentimen investor yang membawa Wall Street untuk mencetak rekor penutupan pada hari Jumat lalu mengangkat sentimen di bursa Asia. Bursa saham menguat untuk keenam hari berturut-turut, dengan Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 mencapai rekor tinggi. Trader juga akan fokus pada  estimasi terkini aktivitas pabrik di China dari HSBC, yang akan dirilis 08:45 WIB nanti. Ekonom memperkirakan indeks akan naik menjadi 49.7 dari 49.4 di bulan Mei, yang mana merupakan level tinggi 4 bulan.

"Bursa Asia akan fokus pada data PMI sektor manufaktur HSBC China yang akan dirilis hari ini, yang mana diperkirakan akan menunjukkan kenaikan menjadi 49.7 dan ekspektasi akan cukup tinggi mengingat usaha stimulus China belakangan ini. Data China selalu memiliki potensi sebagai penggerak utama sentimen resiko. Dengan ekspektasi yang cukup tinggi, selalu ada potensi resiko penurunan," ucap Stan Shamu, strategis pasar pada IG.

Perkembangan di Irak juga akan menjadi fokus utama. Militan dilaporkan menyerbu pos perbatasan Irak-Suriah pada hari Minggu, seharu setelah menduduki perbatasan lainnya di utara. Menteri Sekretariat Negara John Kerry pada hari Minggu mengatakan bahwa AS menginginkan Irak untuk memiliki kepemimpinan inklusif untuk mengatasi pemberontakan inslami namun tidak akan memutuskan penguasanya.

Bursa saham Jepang memperpanjang rally setelah mencetak kenaikan mingguan sebesar 1.7% pada hari Jumat, dengan indeks Nikkei Jepang naik ke level tertinggi sejak 24 Januari lalu seiring yen diperdagangkan di atas level 102 terhadap greenback. Saham milik produsen camera Olympus naik sebanyak 3%, sementara Sony naik sebanyak 1%. Saham Mitsubishi Heavy Industries melonjak 2% kendati berita bahwa pemerintah Perancis mendapatkan saham sebesar 20% pada Alston, yang mana menguatkan peluang General Electric untuk mendapatkan unit energi milik Alstom. Sementara bursa Korea Selatan rebound setelah ditutup di level terendah dalam lebih dari sebulan pekan lalu, terbantu oleh kenaikan sebesar 1% pada saham Samsung Electronics.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar