Sabtu, 25 Maret 2017

world-economy  World Economy

Seorang WNI Positif Flu Burung di Hong Kong

Selasa, 3 Desember 2013 14:15 WIB
Dibaca 520

Monexnews - Status kesehatan publik kota Hong Kong berada dalam pengawasan ketat pasca pemerintah setempat mengkonfirmasi ancaman flu burung mematikan H7N9. Dalam pernyataan resminya, pemerintah menyebut satu warga negara Indonesia yang bekerja di negara itu sedang berada dalam kondisi kritis akibat terjangkiti flu mematikan.

Hari ini pemerintah Hong Kong mengumumkan seorang WNI wanita berusia 36 tahun resmi terkena flu burung. Pasien tersebut sempat mengunjungi kota Shenzhen bulan lalu dan dalam keterangannya mengaku telah melakukan kontak fisik dengan hewan ternak. Sang WNI kemudian jatuh sakit pada 21 November dan menjalani perawatan selama 6 hari di rumah sakit Hong Kong sebelum akhirnya divonis menderita flu burung. Pemerintah memastikan beberapa orang yang sempat kontak langsung dengan wanita itu sudah diisolasi karena menunjukkan gejala flu ringan.

Pejabat tinggi badan kesehatan Hong Kong, Ko Wing-man, menyatakan bahwa pemerintah telah menaikkan status respon pandemi flu dari 'waspada' menjadi 'serius'. Pemerintah kota juga sedang mencari rekan yang menemani wanita tersebut kala melawat ke Shenzhen guna diperiksa kesehatannya. Otoritas langsung menutup segala impor produk ternak dari Shenzhen serta berbagi informasi dengan pemerintah China dan badan WHO tentang temuan terbaru ini.

Flu burung H7N9 terbukti menular dari hewan ke manusia pada bulan Maret lalu, saat media China mengabarkan adanya dua orang yang meninggal di kota Shanghai. Setelah itu, beberapa orang juga dilaporkan meninggal karena gejala yang sama sehingga pemerintah pusat memutuskan untuk menutup seluruh pasar daging dan memusnahkan hewan ternak di beberapa wilayah guna memutus rantai penularan. Sebelum munculnya kabar flu burung di Hong Kong, infeksi H7N9 kepada manusia turun signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Sampai dengan November 2013, tercatat 139 orang positif terkena H7N9 dan 45 di antaranya meninggal di China (data WHO).

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar