Senin, 18 Desember 2017

world-economy  World Economy

September, Inflasi RI Lebih Rendah Dibanding Perkiraan

Rabu, 1 Oktober 2014 13:18 WIB
Dibaca 424

Monexnews - Badan Pusat Statistik (BPS)hari ini melaporkan laju inflasi bulan September 2014 mencapai 0,27% atau lebih rendah dari bulan sebelumnya, 0,47%. Sementara inflasi tahunan September (2013-2014) adalah sebesar 4,53% dan laju inflasi tahun kalender (year to date) tercatat 3,71%.

Menurut Kepala BPS, Suryamin, inflasi September tahun ini adalah level paling rendah ke-3 dalam enam bulan terakhir. Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,46%, tingkat inflasi komponen inti tahunan (Agustus 2013-2014) adlaah sebesar 4,04%. Dari 82 kota, sebanyak 64 kota mengalami inflasi dan 18 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang (1,29%) dan inflasi paling rendah terjadi di Gorolontalo (0,03%). Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tual dengan besaran 0,89%.

Angka inflasi September secara keseluruhan lebih rendah dibandingkan proyeksi ahli ekonomi yang memperkirakan laju inflasi September 2014 berkisar di 0,3% hingga 0,4%. Faktor pemicu utama inflasi tak lain adalah kenaikan tarif transportasi udara akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar.

Trend inflasi September memang relatif lebih lambat karena musim hari raya (lebaran) sudah terlewati. Kebijakan impor pemerintah juga mendukung stabilitas harga pangan di dalam negeri. Namun demikian, penyesuaian tarif listrik dan kenaikan harga elpiji 12 kg membuat inflasi tidak turun terlalu banyak.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar