Senin, 29 Mei 2017

world-economy  World Economy

Serbu Reksadana, Minat Investasi di AS Mulai Pulih

Kamis, 28 Februari 2013 10:49 WIB
Dibaca 388

Monexnews - Minat investor perorangan Amerika Serikat terhadap aset-aset berisiko mulai pulih di awal tahun 2013. Jika pada 2012 silam banyak orang menjauhi pasar saham karena berbagai alasan, kini situasinya bisa dibilang berbeda.

Menurut Investment Company Institute, investor perorangan mencatat rekor investasi sebesar $80,6 miliar di produk reksadana sepanjang bulan Januari. Sebanyak $38 miliar di antaranya ditanamkan pada komponen ekuitas dan dari jumlah tersebut separuhnya ditempatkan pada saham-saham internasional. Sementara itu, jumlah dana masuk ke dana kelolaan berbasis obligasi tercatat sebesar $33 miliar atau 41% dari total modal masuk di bulan Januari.

Khusus untuk aset obligasi, angka tersebut tidak terlalu mengejutkan karena investor memang lebih meminatinya sejak krisis keuangan tahun 2008. Pakar keuangan sudah mewanti-wanti pemilik modal untuk melakukan diversifikasi lebih luas ketimbang hanya menyimpan pundi-pundinya di obligasi, mengingat surat hutang bisa berbalik menimbulkan kerugian saat suku bunga mulai naik. Investor cenderung bersikap moderat dalam beberapa tahun terakhir jika berbicara soal pilihan investasi. Indikasi itu terlihat dari animo besar masyarakat terhadap reksadana campuran, saham dan obligasi, yang nilainya sudah mencapai rekor investasi baru sebesar $9,8 miliar bulan lalu.

Untuk bulan Februari, kondisi pasar tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di bulan pertama 2013. Akan tetapi jumlah arus dana masuk ke produk reksadana diperkirakan tidak sebagus sebelumnya, terlebih jika menghitung total dana masuk di dua pekan pertama. Produk reksadana hanya mampu menarik investasi baru di bawah $24 miliar atau belum cukup baik untuk mengimbangi perolehan satu bulan sebelumnya. Pemodal masih memperlihatkan minat besar pada produk kelolaan berbasis saham internasional, obligasi dan campuran namun sayangnya animo terhadap saham-saham asli Amerika justru melemah. Dana masuk ke saham-saham lokal berkurang seiring penurunan kinerja pasar beberapa pekan terakhir. Baik indeks S&P 500 dan Dow Jones rally sampai 5% di bulan Januari namun hanya mampu menguat 1% sepanjang bulan ini.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar