Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Klaim pengangguran AS turun menjadi 234K di pekan lalu vs 249K, estimasi pada 252K

world-economy World Economy

Seruan Gencatan Senjata PBB Diragukan oleh Pihak Palestina

Senin, 21 Juli 2014 13:31 WIB
Dibaca 986

Monexnews - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) dalam rapat tertutup beberapa saat lalu mengutarakan keprihatinannya terkait krisis di Jalur Gaza antara Israel dan Palestina. Lembaga perdamaian tertinggi di dunia ini khawatir dengan keselamatan penduduk yang berdomisili di wilayah konflik.

"Kami memiliki perhatian besar terhadap eskalasi konflik (Israel-Palestina)," demikian pernyataan resmi DK PBB seperti dikutip Wall Street Journal. PBB berkomitmen untuk mendukung upaya gencatan senjata yang diprakarsai oleh Sekjen Ban Kim-moon dan pemerintah Mesir. Beberapa negara juga mulai khawatir dengan efek dari berlangsungnya perang di area Gaza karena berpotensi melibatkan negara lain di Timur Tengah. Meskipun menolak berkomentar, pemerintah China juga mulai mewaspadai efek panjang dari perang Gaza. Presiden Xi Jinping sempat mengutarakan rencananya untuk membantu proses perdamaian pada hari Minggu lalu, walau enggan mengungkapkan langkah apa yang akan diambil pihak Beijing.

DK PBB memang menyerukan gencatan senjata di Gaza karena korban jiwa semakin banyak. Akan tetapi oleh sebagian pihak organisasi ini hanya dianggap mengumbar lip-service tanpa melakukan aksi apapun. Salah satu orang yang kecewa dengan sikap PBB adalah Riyad Mansour, perwakilan Palestina untuk PBB. Kepada awak media ia menyebut PBB hanya berpangku tangan melihat warganya dibantai oleh tentara Israel. "Saya kecewa karena PBB tidak memutus resolusi untuk menghentikan agresi warga Palestina," ujarnya. Mansour menyebut konflik ini sebagai 'ujian' bagi DK PBB untuk menunjukkan ketegasannya sebagai organisasi dunia. Sementara duta besar Israel untuk PBB, Ron Prosor, tidak berkomentar apapun pasca seruan gencatan senjata PBB.  

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar