Kamis, 20 Juli 2017

world-economy  World Economy

Tidak Sesuai Prediksi, Perekonomian RI Hanya Tumbuh 5,01% di Kuartal III 2014

Rabu, 5 November 2014 11:52 WIB
Dibaca 691

Monexnews - Badan Pusat Statistik hari ini mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk periode kuartal III 2014. Nilai Produk Domestik Bruto (GDP) RI tumbuh 2,96% dibandingkan dengan GDP triwulan II 2014. Sementara jika dibandingkan dengan kuartal III 2013, perekonomian tumbuh 5,01% atau di bawah perkiraan mayoritas analis di pasar keuangan.

Peningkatan GDP kuartal III terjadi pada semua sektor ekonomi. Sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan tumbuh 6,74% dibandingkan triwulan II lalu. Sektor jasa tumbuh 3,71%, konstruksi tumbuh 3,27%, pertambangan dan penggalian tumbuh 2,84%, industri pengolahan tumbuh 2,57%, pengangkutan dan telekomunikasi tumbuh 2,55%, keuangan real estat dan jasa perusahaan tumbuh 1,79% dan sektor perdagangan hotel dan restoran tumbuh 1,49%. Adapun sektor yang mengalami penurunan yakni listrik, gas dan air bersih, dengan penurunan sebesar 1,13%.

GDP atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp2.619,9 triliun di kuartal III atau meningkat dibandingkan triwulan II 2014 yang sebesar Rp2.483,8 triliun. Sementara GDP atas dasar harga konstan meningkat dari Rp724,1 triliun menjadi Rp745,6 triliun pada periode yang sama.

Dari 11 pakar ekonomi yang disurvei oleh The Wall Street Journal hari Selasa kemarin, mayoritas responden sepakat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berkisar di 5,1% untuk kuartal III 2014 atau lebih tinggi dari data riil BPS. GDP Indonesia masih sejalan dengan target Bank Indonesia untuk tahun fiskal 2014 yakni di kisaran 5,1%-5,5%. Target pertumbuhan 2014 memang lebih kecil dibandingkan kenaikan GDP tahun lalu yang mencapai 5,8%, dan 6,2% di tahun 2012. 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar