Jumat, 22 September 2017

world-economy  World Economy

Setelah 13 tahun, Video Game Boleh Dimiliki Warga China

Kamis, 11 Juli 2013 12:47 WIB
Dibaca 534

Setelah 13 tahun tidak diperbolehkan menjual dagangannya di wilayah China, produsen-produsen video game kini bisa bernapas lega. Mereka akan leluasa meraup laba besar di negeri tirai bambu karena pemerintah pusat dikabarkan segera mencabut larangan penjualan video game yang sudah berlaku selama 13 tahun.

Monexnews - Media South China Morning Post memberitakan bahwa pemerintah segera memperbolehkan penjualan konsol video game di seluruh provinsi. Namun syaratnya pihak produsen harus merakit konsol-konsol permainan di wilayah bebas perdagangan Shanghai dan bukan didatangkan dari negara lain.

Selama 13 tahun terakhir, video game yang masuk ke China berasal dari pasar gelap. Tidak ada satupun merk yang bisa mendapat stempel resmi dari otoritas perdagangan sejak tahun 2000. Aturan itu berlaku tidak pandang bulu termasuk bagi pihak produsen yang merakit konsolnya di wilayah China. Oleh karena itu, perusahaan besar dari Amerika Serikat dan Jepang seperti Microsoft, Nintendo dan Sony tidak mampu meraup laba besar dari negara perekonomian terbesar ke-dua dunia.

Produk video game seperti Nintendo Wii, Playstation dan Xbox selama ini dibuat di wilayah China, namun ironisnya konsol-konsol itu tidak bisa dimiliki (secara resmi) oleh warga China sendiri. Namun kini kondisinya berubah setelah Perdana Menteri Li Keqiang mengutarakan niatnya untuk membuka pasar ekonomi China bagi negara-negara lain yang ingin berekspansi.

Shanghai free-trade Zone merupakan wujud upaya transparansi bisnis China di tengah arus globalisasi. Di bawah perizinan yang baru, pemerintah menciptakan peluang bagi perusahaan luar untuk membuka kantor cabang di Shanghai. Perusahaan luar juga dipersilakan ambil bagian dalam aktivitas bursa komoditi di wilayah itu. Proposal perluasan akses bisnis dalam Shanghai Free-trade Zone telah diteken oleh perdana menteri pada tanggal 3 Juli dan siap diresmikan setelah proses administratif terpenuhi.

Dalam peredarannya, pasar konsol video game memang diatur oleh kementerian perdagangan China. Namun larangan distribusi yang diberlakukan 13 tahun lalu berada di bawah putusan kementerian kebudayaan. Kementerian kala itu melarang penjualan game permainan karena alasan konten yang terkandung di dalamnya. Kandungan dalam game permainan dikhawatirkan bertolakbelakang dengan budaya dan aturan yang berlaku di China.


*Harga saham Sony Corp (ADR) ditutup pada level $21.77 per unit atau turun 0.05% pada sesi perdagangan Rabu (10/07)

Harga saham Microsoft (MSFT ditutup pada level $34.70 per unit atau naik 1.02%

Harga saham Nintendo (over-the-counter) ditutup naik 0.9% ke level $15.11 per unit.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar