Selasa, 23 Mei 2017

breaking-news GBPUSD turun ke 1.2972 pasca teror bom di Inggris

world-economy  World Economy

Setelah China, Bank Dunia juga Turunkan Target Pertumbuhan Indonesia

Senin, 6 Oktober 2014 11:58 WIB
Dibaca 668

Monexnews -  Bank Dunia memangkas target pertumbuhan ekonominya untuk berbagai negara dalam dua pekan terakhir. Setelah China, lembaga pendanaan internasional ini juga menurunkan proyeksi ekonomi 2014 untuk negara terbesar di Asia Tenggara, Indonesia. 

Di saat negara-negara tetangga diprediksi mencatat kemajuan ekonomi, pertumbuhan Indonesia diprediksi hanya akan mencapai 5,2% dari catatan tahun lalu yang sebesar 5,8%. Pasalnya, sendi perekonomian Indonesia sangat tergantung pada kinerja ekspor, sektor yang belakangan ini justru sedang lesu. Terlebih lagi, harga komoditas-komoditas yang dikirimkan ke luar negeri juga terus menurun sehingga marjin pemasukan nasional menjadi sedikit. "Indonesia kurang mampu menyesuaikan diri dengan trend penurunan harga komoditas," ulas Bank Dunia dalam laporannya. Laju pertumbuhan terkendala oleh jumlah belanja pemerintah yang di bawah perkiraan dan lambatnya laju pertumbuhan kredit.

Beberapa saat lalu, World Bank atau Bank Dunia juga memangkas proyeksi ekonomi negara China dari 7,6% menjadi 7,4% untuk periode 2014. Lembaga pendanaan internasional itu beralasan bahwa minimnya efek reformasi ekonomi dan ancaman polusi sebagai faktor yang berperan dalam penurunan kinerja ekonomi Tiongkok.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi 7,4% versi World Bank juga lebih rendah dibandingkan target yang diusung oleh pemerintah Beijing, yakni di level 7,5%. Sementara untuk tahun depan, proyeksi pertumbuhan China juga dipangkas oleh Bank Dunia dari 7,5% menjadi 7,2%. "Kombinasi antara hutang pemda yang tinggi, ancaman shadow banking, permintaan energi yang tinggi dan faktor polusi menjadi variabel-variabel yang berpengaruh terhadap investasi dan hasil produksi," demikian pernyataan resmi World Bank seperti dikutip Reuters. Tidak hanya itu, World Bank juga memangkas target pertumbuhan ekonomi negara berkembang di Asia Timur dari 7,1% menjadi 6,8%.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar