Selasa, 25 Juli 2017

world-economy  World Economy

Shinzo Abe Usung Kenaikan Upah Pekerja di Jepang

Rabu, 8 Januari 2014 10:37 WIB
Dibaca 608

Monexnews - Outlook perekonomian Jepang yang mulai pulih tahun lalu setelah stagnan selama 2 dekade, akan menjadi lebih cerah dengan adanya “kejutan pada upah,” menurut Perdana Menteri Shinzo Abe. Dalam editorial yang dirilis pada situs World Economic Forum and Project Syndicate pekan ini, Abe menyimpulkan pasca pertemuan antara pemerintah, pemimpin dunia usaha dan buruh membahas strategi di mana  tingkat pertumbuhan upah membawa menuju tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dengan tingkat optimisme.

Jepang yang merupakan negara perekonomian terbesar ketiga dunia, telah berada dalam deflasi dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah selama 2 dekade. Outlook Jepang membaik tahun lalu berkat stimulus moneter dan fiskal yang agresif. Untuk mendongkrak outlook pertumbuhan jangka panjang, pihak Tokyo harus mempertahankan tingkat pertumbuhan upah yang bertahan lama untuk dapat keluar sepenuhnya dari deflasi dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah.

"Tekanan deflasi di Jepang telah ada lebih dari satu dekade lamanya… Saya meluncurkan apa yang disebut pengamat sebagai 'Abenomics,' karena hanya di negara ini angka nominal upah masih berada di are negatif untuk waktu yang cukup lama," ucap Abe. "Pekerja di Jepang telah kehilangan sekitar 34.3 trilyun yen (324 milyar dollar) pada dekade lalu dan itu separuh atau lebih dari GDP tahunan Denmark, Malaysia, atau Singapura. Hanya jika trend ini berbalik maka perekonomian Jepang dapat terus membaik dalam jangka panjang," tambahnya.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar