Selasa, 28 Maret 2017

world-economy  World Economy

Sikap PM Erdogan Hancurkan Bursa Turki

Jumat, 7 Juni 2013 11:20 WIB
Dibaca 364

Monexnews - Bursa saham Turki anjlok lebih dari 5% pada sesi perdagangan Kamis kemarin (06/06) pasca aksi penolakan mundur Perdana Menteri Tayyip Erdogan. "Saya tidak akan mentoleransi aksi grup terror dalam demonstrasi massa," tegasnya dalam sebuah konferensi pers di Tunisia. Ia menyebut ada pihak-pihak yang telah memanipulasi demonstrasi sejak pekan lalu di Taksim Square. Adapun sumber keberatan warga bermuara pada rencana pengembangan pusat perbelanjaan baru dan kemudian meluas ke masalah-masalah lain.

Setelah terkoreksi pada hari Kamis indeks utama Turki kini menapaki fase bearish, anjlok sebanyak 19% sejak 22 Mei. Investor ritel dan institusi telah menjauhi bursa saham dan belum berniat kembali sampai kondisi politik berangsur stabil. Timothy Ash, Kepala Investasi Standard Bank wilayah negara berkembang, kepada CNBC mengatakan pihaknya merekomendasikan pengurangan posisi di Turki untuk sementara waktu. Mata uang Lira melemah ke level 1.9050 per Dollar dari 1.8850, sedangkan imbal hasil obligasi naik dari 6.42% ke 6.78%.

Perusahaan investasi Cumberland Advisors, yang mengelola aset sebesar $2.3 miliar, bahkan sudah memangkas investasinya di Turki hingga level nihil karena cemas dengan kondisi politik domestik. Pihak perseroan khawatir jika eskalasi kerusuhan terus meningkat di tengah kondisi ekonomi yang belum ideal. Terlebih lagi perekonomian Turki telah melambat sampai hanya 2.2% tahun lalu.

Demonstrasi Turki kini memasuki hari ke-7 dengan gelombang pergerakan massa ke seluruh negeri. Demonstran yang kebanyakan golongan kelas menengah mengecam tata cara pemerintahan otokrat pimpinan perdana menteri Recep Tayyip Erdogan. Bursa saham Istanbul telah merosot 10% di hari Senin, dan yield obligasinya melonjak hingga ke rekor baru."Kami sudah menguras investasi hingga level nol karena demonstrasi rentan menyebar ke wilayah lain," ujar David kotok, Chief Investment Officer Cumberland. Namun ia mengakui bahwa prospek penanaman modal di negara ini sesungguhnya masih sangat cerah selama pemerintah mampu mengakhiri konflik kultural yang tengah marak. Untuk sekarang, tim ekonom Cumberland hanya memantau perkembangan terbaru seraya menunggu kejelasan sikap Erdogan.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar