Rabu, 18 Januari 2017

breaking-news Bank of Canada mempertahankan suku bunga di level 0.50%.

world-economy World Economy

Soal Aplikasi Chat, China Masih di Atas Amerika

Senin, 2 Desember 2013 12:01 WIB
Dibaca 817

Monexnews - Dari sekian banyak aplikasi chat (obrolan) yang membanjiri pasar teknologi, produk perusahaan asal China masih mendominasi. Tingginya trend penggunaan perangkat mobile di wilayah negara berkembang membuat aplikasi seperti WeChat mengeruk laba besar.

Amerika Serikat boleh memimpin pasar piranti lunak dan teknologi, namun kalau bicara soal aplikasi mobile (khususnya chat) China adalah juaranya. Aplikasi chat semakin sering digunakan untuk komunikasi formal maupun informal karena dianggap cepat dan praktis. WeChat merupakan salah satu perusahaan yang menawarkan kemudahan chat dengan jumlah penggunanya mencapai lebih dari 270 juta orang. Sekitar seperempat dari jumlah pelanggan berdomisili di luar China.

Sama seperti aplikasi chat lainnya, potensi keuntungan operasional WeChat juga berasal dari penjualan aplikasi tambahan seperti stiker atau gambar. Sementara untuk lebih memperluas basis konsumen, perusahaan kerap merangkul rekanan bisnis lainnya dalam suatu proyek simbiotik. Kerjasama terakhir yang diteken oleh WeChat adalah program uji coba penjualan produk via aplikasi dengan salah satu produsen ponsel terbesar China. Perusahaan Xiaomi menaruh 150.000 ponsel untuk ditawarkan kepada pengguna WeChat melalui pesan. Hebatnya, seluruh ponsel terjual (harga promosi) dalam 10 menit sejak pertama kali broadcast message disebarkan.

Produk aplikasi keluaran Tencent Holdings Ltd ini merupakan aplikasi chat paling populer di Asia sekarang. Pengguna aplikasi Line keluaran Jepang memang diklaim mencapai 300 juta orang di seluruh dunia, namun validitasnya diragukan karena ada beberapa user yang tidak aktif. Sementara WeChat dikenal memiliki basis penggemar setia yang sebagian besar tinggal di wilayah China. Menyusul di belakang Line dan WeChat adalah KakaoTalk, aplikasi asal Korea Selatan dengan pangsa pasar di atas 100 juta orang.

Inovasi khas yang dilakukan oleh perusahaan aplikasi chat asal Asia adalah penggunaan aplikasi tambahan seperti stiker, emotikon, kustomisasi desain serta link dengan media sosial. Penjualan aplikasi tambahan terbukti mampu menggenjot pemasukan sehingga beberapa perusahaan asal Amerika ikut menirunya, seperti Facebook dan Path.

Namun demikian karakteristik aplikasi chat asal Asia enggan diikuti oleh Evan Spiegel, CEO Snapchat, yang notabene berasal dari Amerika. Spiegel berjanji untuk menawarkan suatu nilai tambah dari produknya, yang berbeda dibandingkan aplikasi lain di pasaran walaupun belum memberikan petunjuk value added service apa yang bisa diberikannya. Bukan tidak mungkin Snapchat dan aplikasi lain asal Amerika mampu membuat suatu inovasi orisinil yang bisa mengangkat persaingan dengan pengembang mobile asal wilayah Asia. Mungkin dengan memfokuskan diri pada pengembangan game dalam aplikasi atau bahkan pemutaran video dan film.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar