Rabu, 24 Mei 2017

breaking-news Ifo: Indeks Iklim Bisnis Jerman naik ke 114.6 di Mei dari 112.9 di April, estimasi 113.1.

world-economy  World Economy

Soal Bail Out Ukraina, Presiden Rusia Siap Gelar Diskusi

Jumat, 28 Februari 2014 14:37 WIB
Dibaca 994

Monexnews - Untuk pertama kali sejak krisis Ukraina menyeruak ke permukaan, Presiden Rusia mengeluarkan pernyataan resminya. Vladimir Putin memerintahkan jajarannya untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada Ukraina apabila diperlukan. Ia juga bersedia untuk bicara dengan negara-negara barat yang menghendaki agar Rusia tetap membantu keuangan sekutunya itu.

Dalam pernyataan yang dibacakan oleh juru bicara presiden, Dmitry Peskov, pemerintah daerah di Rusia diperintahkan untuk memberi bantuan kemanusiaan kepada warga Ukraina. Otoritas yang berada di wilayah perbatasan direkomendasikan untuk melindungi warga tetangga yang membutuhkan bantuan sosial.

Sementara pada aspek diplomasi, Rusia juga merespon positif ajakan negara-negara barat untuk patungan dalam program bantuan dana bagi Ukraina. Mengingat tanpa adanya donasi pinjaman dari dunia internasional, negara ini dipastikan akan bangkrut. Namun demikian, Putin meminta pemerintahannya untuk berbicara dengan Dana Moneter Internasional dan lembaga kreditur lainnya terlebih dahulu. Ia ingin agar ada suatu kesepahaman antar kreditur dalam proyek bail out Ukraina.

Seperti diketahui Ukraina sedang menghadapi bencana ekonomi di tengah krisis kepemimpinan yang berlangsung hampir 3 bulan belakangan. Kurs mata uang negara pecahan Soviet ini bahkan merosot ke level terendah dalam empat tahun terakhir karena investor khawatir dengan perang ideologi ekonomi antara warga dan birokrat.

Pangkal konflik Ukraina dimulai pada bulan Desember lalu saat pemerintah Rusia memberikan bantuan tunai senilai $3 miliar dari total jumlah hibah yang direncanakan mencapai $15 miliar kepada pihak Kiev. Sikap pemerintah yang menerima sodoran uang dari pihak Moskow dianggap tidak sesuai dengan ideologi ekonomi nasional oleh sebagian warga sehingga memicu gelombang demonstrasi di ibukota.

Aksi demonstrasi antar elemen masyarakat sudah berlangsung nyaris empat bulan terakhir. Opini publik terpecah menyangkut kedekatan ekonomi politik Ukraina dengan pihak Rusia. Pihak yang gencar melakukan demonstrasi di ibukota Kiev adalah warga masyarakat yang ingin supaya negaranya lebih berkiblat ke zona Euro, dan bukan merapat ke Rusia. Merespon sikap agresif demonstran, perdana menteri Mykola Azarov awal bulan ini memutuskan untuk mundur demi mencegah perang saudara. Presiden Viktor Yanukovych, sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas proyek pinjaman dana ke Rusia, langsung bereaksi dengan membuka pintu perundingan dengan pihak oposisi guna membahas konflik politik. Sayangnya semua proses negosiasi masih menemui jalan buntu. Bukannya membaik, kondisi kini justru semakin pelik. Presiden Yanukovych melarikan diri ke Rusia pasca mengundurkan diri dari posisinya. Alhasil situasi di Kiev kian tidak terkendali karena kekerasan meluas ke berbagai penjuru kota.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `