Sabtu, 27 Mei 2017

world-economy  World Economy

Soal Suku Bunga, BI Terbentur Kinerja Rupiah

Senin, 16 Maret 2015 12:56 WIB
Dibaca 411

Monexnews - Bank Indonesia (BI) dijadwalkan menggelar pertemuan untuk mengaevaluasi kebijakan dan suku bunganya pada hari Selasa besok. Di tengah kebutuhan suku bunga yang lebih tinggi, bank sentral berada dalam posisi dilematis. Buruknya nilai tukar Rupiah membuat keinginan untuk mempercepat arus kredit harus ditunda sementara waktu. 

Bulan lalu BI secara mengejutkan memangkas suku bunga sebanyak 25 basis poin. Sementara untuk besok, dewan gubernur diprediksi tidak akan berani memberikan kejutan serupa karena kurs Rupiah sudah anjlok ke level terendah dalam 17 tahun terakhir versus Dollar pekan ini. Apabila bunga dipangkas lagi, nasib Rupiah semakin tidak terselamatkan.

Jumat lalu Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, mengatakan bahwa pihaknya akan terus waspada dan berhati-hati dalam menentukan kebijakan moneter. BI berjanji akan menyuplai Dollar ke pasar untuk mencegah gejolak kurs. Sebanyak 10 dari 13 orang responden yang disurvei oleh The Wall Street Journal memprediksi BI tidak akan mengubah suku bunganya dari level 7,50% besok. Pelaku pasar mencerna komentar panglima BI sebagai isyarat bertahannya pola kebijakan bank sentral di bulan Maret. Sementara 3 lainnya memperkirakan terjadinya penurunan bunga lanjutan sebanyak 25 basis poin. Pakar ekonomi sempat berharap pelemahan Rupiah bisa menguntungkan pelaku ekspor tanah air. Namun koreksi hinggga ke rekor terburuk sejak periode krisis Asia 1997-1998 justru memberikan rasa tidak nyaman terhadap investor dan merusak kepercayaan publik kepada pemerintah. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar