Senin, 20 November 2017

world-economy  World Economy

Soal Target Inflasi, Suara Anggota Dewan BOJ Masih Terpecah

Rabu, 27 Mei 2015 14:45 WIB
Dibaca 5156

Monexnews - Suara dewan kebijakan Bank of Japan (BOJ) terpecah pada pertemuan bulan April lalu. Sebagian anggota mulai pesimis target inflasi dan pertumbuhan ekonomi bisa tercapai di saat separuh lainnya tidak mau mengubah targetnya.

Dalam risalah hasil pertemuan BOJ edisi 30 April yang dirilis hari ini, terlihat adanya sebagian anggota dewan bank sentral yang ingin mengubah target pertumbuhan dan inflasi. Mereka menilai target itu terlalu muluk dan tidak sesuai dengan realita di lapangan. Sementara sebagian anggota lainnya ingin agar target inflasi 2% tetap dipertahankan meski sekarang inflasi masih berkisar di 0%. Sejak program pelonggaran moneter diperkenalkan dua tahun lalu, belum ada efek positif yang tampak di sektor perekonomian.

Tiga anggota dewan, Takahide Kiuchi, Takehiro Sato dan Sayuri Shirai, menentang penetapan target inflasi 2% di semester pertama tahun fiskal 2016. Mereka menilai hal itu tidak realistis meski target waktunya sudah dimundurkan sekitar 6 bulan dari target awal. Kiuchi memprediksi stabilitas harga di level konsumen hanya akan mencapai 0% sebelum meningkat secara perlahan. Ia menilai target 2% pantas ditetapkan untuk inflasi jangka panjang dan tidak terbatasi oleh waktu. Sementara anggota dewan Sato setuju dengan target inflasi 2% namun ia meminta revisi dalam penentuan target inflasi rata-rata, yang dianggapnya kelewat tinggi. Sayuri Shirai meminta perubahan kata-kata menjadi '2% di sekitar tahun fiskal 2016' agar jangka waktunya tidak terbatas sampai semester pertama saja. Sedangkan anggota lainnya menilai target sekarang tidak perlu diubah agar mendorong perubahan mindset dari deflasi ke arah inflasi di masyarakat.

Seperti diketahui, bank sentral di bulan Oktober 2014 lalu sudah meluncurkan program-program untuk mengerek laju inflasi ke level ideal. Tetapi sampai dengan akhir kuartal I 2015, belum ada perubahan mencolok dalam pos harga-harga di sektor konsumsi. Beberapa poin penting dari stimulus BOJ antara lain:

- Meningkatkan monetary base menjadi 80 triliun yen per tahun.
- Meningkatkan pembelian ETF dalam 1 tahun dari 1 triliun yen menjadi 3 triliun yen.
- Meningkatkan pembelian J-REIT dalam 1 tahun dari 30 miliar yen menjadi 90 miliar yen.
- Memperpanjang jatuh tempo rata-rata kepemilikan obligasi JGB dari 6-8 tahun menjadi 7-10 tahun.
- BOJ akan mengikutsertakan JPX-Indeks Nikkei 400 dalam program pembelian aset.

Sementara data yang dihimpun dari BOJ terungkap bahwa:

- Kepemilikan obligasi JGB akan mencapai 297 triliun yen pada akhir 2014.
- Monetary Base akan menjadi 275 triliun yen pada akhir tahun 2014.
- Kepemilikan ETF akan mencapai 3,8 triliun yen pada akhir 2014.
- Kepemilikan J-REIT akan mencapai 180 miliar yen pada akhir 2014. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar