Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

Soros: Kebijakan BOJ Cukup Berbahaya

Jumat, 5 April 2013 16:53 WIB
Dibaca 677

Monexnews - Kebijakan yang diambil oleh pihak Jepang untuk kembali menghidupkan pertumbuhan ekonomi “cukup berbahaya,” ucap investor milyuner George Soros pada hari Jumat. Perdana Menteri Jepang yang baru Shinzo Abe saat ini sedang berusaha untuk kembali menghidupkan negara perekonomian terbesar ketiga dunia, yang telah diserang oleh deflasi selama 2 dekade. Pada hari Kamis, Bank of Japan merilis langkah yang radikal untuk mendorong inflasi, memicu kenaikan tajam pada bursa saham dan mendorong yen menuju level rendah 3-1/2 tahun terhadap dollar pada hari Jumat.

"Apa yang dilakukan oleh Jepang sebenarnya cukup berbahaya karena mereka melakukan itu setelah mengumpulkan defisit selama 25 tahun dan perekonomian tidak berjalan," menurut Soros. "Sehingga jika apa yang mereka lakukan memicu sesuati, mereka mungkin tidak dapat menghentikan itu. Jika yen mulai melemah, seperti yang sudah terjadi, dan masyarakat Jepang sadar bahwa kemungkinan besar akan berlanjut, sehingga mereka ingin menaruh dana mereka di luar negeri dan penurunan mungkin akan menjadi seperti longsor," tambah Soros.

Yen telah melemah hampir sebesar 21% sejak pertengahan November, turun menuju level 97 yen per dollar pada hari Jumat, dan banyak ahli strategi mata uang memperkirakan adanya pergerakan menuju area 100-110 hingga akhir tahun. "Jumlah quantitative easing yang dirilis oleh gubernur BOJ Haruhiko Kuroda sama dengan yang di AS, namun Jepang hanya 1/3 dari ukuran AS sehingga dampaknya tiga kali lipat lebih kuat dari yang terjadi di AS," ucap Soros.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar