Rabu, 29 Maret 2017

breaking-news Indeks Kepercayaan Konsumen AS melonjak ke 125.6 di bulan Maret, melampaui estimasi 114.0

world-economy  World Economy

S&P Ragukan Rencana Konsolidasi Fiskal Jepang

Selasa, 2 Desember 2014 16:13 WIB
Dibaca 577

Monexnews - Standard & Poor's pada hari Selasa menimbulkan keraguan terhadap kemampuan Perdana Menteri Shinzo Abe untuk memperbaiki keuangan Jepang kurang dari 2 pekan sebelum pemilu, setelah downgrade dari Moody's terhadap rating obligasi Jepang. Keputusan ABe untuk menunda kenaikan pajak penjualan selama 18 bulan mungkin akan membantu perekonomian dalam jangka pendek, namun masih tidak ada jaminan pajak akan naik karena dinamika politik dapat berubah pasca pemilu, menurut Takahira Ogawa, direktur rating pada S&P. Abe sedang menghadapi masa sulit seiring ia menggelar pemilu pada tanggal 14 Desember yang akan mennjadi voting yang menentukan apakah ia sudah cukup menaikkan prospek pertumbuhan secara fundamental.

"Saya mungkin salah, namun melihat sejarahnya saya tidak optimis terhadap adanya rencana fiskal yang terperinci," ucap Ogawa. "Selain itu, jika pemeirntah gagal menerapkan rencananya, hal tersebut tidak akan masuk akal." S&P memiliki rating AA- terhadap Jepang, yang mana 3 peringkat di bawah peringkat paling atas AAA. Rating S&P terhadap Jepang memiliki outlook negatif, yang berarti ada peluang downgrade. Saat ditanyakan, Ogawa menolak untuk mengkonfrimasi rating Jepang saat ini untuk kemungkinan terjadinya downgrade.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar