Kamis, 19 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Stimulus Bank Sentral Global Menjadi Sorotan G20

Rabu, 17 April 2013 20:07 WIB
Dibaca 782

Monexnews -

China dongkrak kinerja mata uang Yuan ke level rekor tertinggi baru terhadap Dollar AS di level 6.2342 sejauh ini. Langkah ini dinilai sebagai antisipasi pemerintah China sebelum menghadapi kritik pada rapat G20 dengan topic perang mata uang / kompetisi devaluasi mata uang. Beberapa pengamat pasar menilai apresiasi Yuan masih akan berlanjut dalam beberapa hari kedepan.

Agenda lainnya dalam G20 adalah mata uang Yen Jepang, seiring dengan pelemahan mata uang tersebut setelah sempat menguat dibawah 96.00 pada hari Senin, pada hari Rabu ini USDJPY kembali melonjak diatas level 98.00 ditunjang oleh data ekonomi AS yang positif.

Berbagai analis masih optimis bahwa pairing tersebut akan menyentuh level 100.00 asalkan rapat G20 tidak terlalu kritis terhadap kebijakan moneter Jepang. Selain itu terdapat ekspektasi bahwa para menteri keuangan dan bank sentral anggota G20 akan mengkonfirmasi janji mereka di bulan February lalu untuk mencegah kompetisi devaluasi mata uang.

Fokus G20 lainnya adalah mengenai target reduksi defisit, dimana AS menentang program tersebut sementara negara lainnya masih mendukung usulan untuk memangkas utang publik di jangka panjang dibawah 90% dari GDP. Beberapa member G20 cukup cemas jika target defisit terlalu ketat justru akan menghambat laju pemulihan ekonomi yang masih rentan.

Selain itu G20 kemungkinan akan menyorot stimulus yang berkepanjangan dari bank sentral global, karena dapat berimbas negatif pada kerugian perbankan ketika terjadi penarikan stimulus serta menimbulkan resiko kredit yang cukup besar.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar