Rabu, 24 Mei 2017

world-economy  World Economy

Sukuk Indonesia Diprediksi jadi Aset Primadona Masa Depan

Kamis, 28 November 2013 15:21 WIB
Dibaca 413

Monexnews - Perkembangan pasar obligasi di negara berkembang diperkirakan semakin pesat dalam beberapa tahun ke depan. Bicara soal produk yang akan diburu oleh investor, surat hutang berbasis syariah (sukuk) akan menjadi primadona pasar.

Proyeksi tersebut diutarakan oleh lembaga rating kredit, Moody’s Investors Service hari ini (28/11). Penerbit maupun pembeli sukuk diyakini membanjiri pasar keuangan Indonesia mulai tahun depan karena kepastian prospek dan return yang lebih menjanjikan ketimbang instrumen hutang konvensional. Semakin tingginya animo investor terhadap aset berbasis syariah membuat Indonesia berpotensi menjadi pasar sukuk paling cemerlang di Asia.

"Sebagai negara dengan populasi umat muslim terbesar dunia, pertumbuhan dunia investasinya juga sangat terbantu oleh produk syariah," ujar Rehan Akbar, Analis Moody's, dalam laporan risetnya. Moody's optimis pertumbuhan pasar sukuk dunia akan mencapai kisaran 38% per tahun, sejalan dengan rasio kenaikan tahunannya dalam satu dasawarsa terakhir. Sedangkan total penerbitan sukuk global sekarang sudah tumbuh nyaris 75%, dari hanya $30 miliar (2006) menjadi sekitar $51 miliar pada akhir tahun ini.

"Pertumbuhan tinggi itu menandakan investor mulai nyaman dengan surat hutang syariah, dan di sisi lain menjadi sinyal bertambahnya kebutuhan dana negara, perusahaan dan bank di negara-negara Islam," tambah Khalid Howladar, Senior Credit Officer Moody's. Sejauh ini minat pelaku pasar Indonesia memang belum terlalu bagus jika dibandingkan oleh negara lain. Hal ini terlihat dari jumlah raupan dana dari penerbitan sukuk pemerintah yang hanya mencapai Rp500 miliar atau separuh dari target Rp1 triliun. Sebagian besar pemodal menganggap instrumen sukuk tidak likuid dan tidak semenarik aset lain seperti saham. Namun untuk jangka panjang, pola pikir seperti itu diyakini berubah seiring dinamika pasar investasi global.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar