Minggu, 22 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Surplus Current Account Jepang Berkurang

Senin, 12 Mei 2014 7:22 WIB
Dibaca 524

Monexnews - Surplus current account (neraca lancar) Jepang terus berkurang seiring perubahan struktural perekonomian menghambat upaya Perdana Menteri Shinzo Abe untuk memacu pertumbuhan melalui mesin ekspor. Surplus tahunan hanya mencapai ¥789,9 miliar; lebih rendah dari tahun lalu yang mencapai ¥4,2 triliun. Ini bahkan rekor surplus current account tahunan terkecil mengingat Jepang biasanya mencatatkan surplus di atas ¥10 triliun per tahun. Sementara itu surplus current account bulanan mencapai ¥116,4 miliar di Maret; lebih rendah dari prediksi ¥305 miliar dan publikasi Februari ¥612,7 miliar. 

Pemerintahan Abe telah memperkenalkan kebijakan target inflasi dan menyerukan kebijakan moneter yang agresif. Meski pelonggaran BoJ berhasil mengatasi ancaman deflasi dan memicu pelemahan yen namun ini tidak sanggup memacu aktivitas ekspor Jepang. Eksportir Jepang tidak bisa merasakan dampak signifikan dari pelemahan yen mengingat sebagian perusahaan Jepang telah merelokasi pabriknya di luar negeri. Di lain pihak, pelemahan yen telah membuat biaya impor semakin mahal seiring Jepang semakin bergantung kepada impor energi untuk menggerakkan aktivitas perekonomiannya. Trend surplus telah berbalik arah pada tahun 2011 ketika krisis nuklir Fukushima memaksa Jepang untuk menutup semua pembangkit listrik bertenaga nuklir.  (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar