Senin, 23 Januari 2017

world-economy  World Economy

Surplus Perdagangan Indonesia Bantu Prospek Rupiah

Senin, 1 September 2014 14:05 WIB
Dibaca 862

Monexnews  - Di luar perkiraan pelaku pasar, neraca perdagangan Indonesia mencetak surplus di bulan Juli 2014. Hal ini merupakan sentimen yang bagus bagi kinerja mata uang Rupiah meski penguatan nilai tukar yang berkelanjutan hanya bisa terjadi jika pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Manurut laporan Badan Pusat Statistik beberapa saat lalu, volume ekspor Indonesia ke luar negeri menurun 7.99% untuk periode Juli 2014 dibandingkan satu bulan sebelumnya. Sementara jika dihitung dalam skala tahunan, tingkat ekspor bulan Juli juga turun 6.03% dibandingkan periode yang sama tahun 2013. Sempat diprediksi defisit, sektor perdagangan justru surplus US$0.13 miliar. Sebelum pengumuman surplus perdagangan, nilai tukar USD/IDR bertengger di kisaran 11,710 dan memiliki peluang untuk menguji level psikologis 11,700.

Terlepas dari surplus tersebut, neraca perdagangan periode Januari hingga Juli masih defisit $1 miliar. Hal ini mencerminkan masih tingginya tekanan terhadap neraca berjalan Indonesia. Kenaikan nilai tukar domestik secara konsisten hanya bisa dirasakan apabila pemerintah mengurangi subsidi bahan bakar dengan menaikkan harga BBM. Cuma dengan cara itulah jumlah defisit neraca transaksi berjalan bisa digerus dan ruang fiskal pemerintah menjadi terbuka.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar