Senin, 24 Juli 2017

world-economy  World Economy

Surplus Perdagangan Indonesia Menyempit

Jumat, 1 Februari 2013 10:18 WIB
Dibaca 278

Monexnews -Surplus perdagangan Indonesia menyempit menjadi $150 juta di bulan Desember dari $478 juta di bulan November terkait menurunnya impor, namun kondisi ekonomi global yang tengah melemah turut menekan nilai ekspor, menurut laporan biro pusat statistik Indonesia hari ini (01/02). 

12 ekonom yang disurvey oleh Dow Jones Newswires memprediksi surplus sebesar $520 miliar. Biro pusat statistik menyebutkan nilai ekspor Indonesia menyentuh angka $15.41 miliar di bulan Desember, turun dari 9.78% tahun lalu dan 5.58% bulan lalu. Nilai impor turun 5.55% per tahun dan 8.11% per bulan menjadi $15.56 miliar.

Dalam kurun waktu satu tahun, negara di Asia Tenggara telah membukukan defisit perdagangan senilai $1.63 miliar, dikarenakan komoditas ekspor terimbas oleh pelemahan perekonomian dunia sementara meningkatnya investasi mendorong impor alat-alat mesin dan barang dasar lainnya. Total ekspor tahun 2012 turun 6.61% per tahun menjadi $190.04 miliar sementara impor naik 8.02% menjadi $191.67 miliar, menurut laporan biro pusat statistik. Defisit perdagangan menciptakan gap di negara dengan current account mengalami tekanan akibat pelemahan mata uang lokal terhadap dolar AS, jelas ekonom. "Dengan defisit perdagangan yang menurun, ini mensinyalkan trade account masih akan tertekan dalam waktu dekat," jelas ekonom OCBC Bank, Gundy Cahyadi.

(din)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar