Selasa, 28 Maret 2017

world-economy  World Economy

Survei Kinerja, Rapor Gubernur BOJ Lebih Bagus dari PM Jepang

Senin, 6 April 2015 14:31 WIB
Dibaca 407

Monexnews - Pemerintah dan lembaga moneter Jepang sedang bekerja keras mempercepat laju ekonomi dan meningkatkan inflasi. Efeknya memang belum terlihat namun, pelaku bisnis memiliki penilaiannya sendiri terkait kinerja dua orang yang paling berpengaruh dalam perekonomian nasional, yaitu Perdana Menteri dan Gubernur Bank Sentral Jepang.

Menurut 33 pakar ekonomi yang disurvei oleh media Wall Street Journal, kinerja Gubernur Bank of Japan (BOJ), Haruhiko Kuroda, masih lebih bagus dibandingkan oleh sang perdana menteri, Shinzo Abe. Survei ini dilakukan sebagai evaluasi terhadap upaya percepatan ekonomi yang genap berlangsung selama 2 tahun sejak Abe pertama kali dilantik sebagai kepala pemerintahan. Keduanya selama ini berbagi peranan untuk membawa Jepang ke target inflasi 2%.

Jangka waktu survei berlangsung sejak 26 Maret hingga 1 April 2015, di mana setiap responden dipersilakan memberi nilai bagi Kuroda dan Abe untuk kinerjanya memenuhi target inflasi tersebut. Ketika ditanya bagaimana kinerja Haruhiko Kuroda, sebanyak 3/4 responden memberikan nilai A atau B. Sebaliknya ketika responden yang sama ditanya tentang performa Abe, sebanyak 50% memberikan nilai C dan hanya satu orang yang memberikan A.

Ekonom yang ikut serta dalam survei menilai Kuroda cukup berhasil menjalankan amanat bank sentral dan hanya sebagian kecil yang melihat Shinzo Abe mampu meningkatkan perekonomian dengan berbagai strateginya. Namun demikian, sebanyak 60% narasumber setuju kalau BOJ melanjutkan strategi pelonggaran moneternya dan mereka yang menginginkan stimulus dihentikan hanyalah sebagian kecil.

Seperti diketahui, bank sentral di bulan Oktober 2014 lalu sudah meluncurkan program-program untuk mengerek laju inflasi ke level ideal. Tetapi sampai dengan akhir kuartal I 2015, belum ada perubahan mencolok dalam pos harga-harga di sektor konsumsi. Beberapa poin penting dari stimulus BOJ antara lain:

- Meningkatkan monetary base menjadi 80 triliun yen per tahun.
- Meningkatkan pembelian ETF dalam 1 tahun dari 1 triliun yen menjadi 3 triliun yen.
- Meningkatkan pembelian J-REIT dalam 1 tahun dari 30 miliar yen menjadi 90 miliar yen.
- Memperpanjang jatuh tempo rata-rata kepemilikan obligasi JGB dari 6-8 tahun menjadi 7-10 tahun.
- BOJ akan mengikutsertakan JPX-Indeks Nikkei 400 dalam program pembelian aset.

Sementara data yang dihimpun dari BOJ terungkap bahwa:

- Kepemilikan obligasi JGB akan mencapai 297 triliun yen pada akhir 2014.
- Monetary Base akan menjadi 275 triliun yen pada akhir tahun 2014.
- Kepemilikan ETF akan mencapai 3,8 triliun yen pada akhir 2014.
- Kepemilikan J-REIT akan mencapai 180 miliar yen pada akhir 2014. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar