Jumat, 22 September 2017

world-economy  World Economy

Tabungan Devisa Rusia 'Jebol' karena Ruble

Senin, 29 Desember 2014 13:58 WIB
Dibaca 720

Monexnews - Cadangan devisa Bank Sentral Rusia dikabarkan mulai mengering di akhir tahun 2014. Tabungan US Dollar Moskow ludes karena dipakai untuk membendung pelemahan kurs Ruble secara terus menerus.

Sepanjang tahun ini Bank of Russia sudah membobol kas sampai $110 miliar atau sekitar $1.370 triliun untuk mengawal nilai tukar Ruble. Jumlah itu setara dengan seperempat total devisanya yang tersisa saat ini. Sampai dengan 19 Desember lalu, simpanan devisa Rusia dalam bentuk emas dan aset luar negeri lainnya sudah berkurang menjadi $398,9 miliar.

Belanja devisa semakin gencar dilakukan dalam beberapa pekan terakhir sebelum tahun baru. Sejak awal Desember, Bank of Russia melepas lebih dari $21 miliar ke pasar uang demi membendung depresiasi valuta. Upaya tersebut memang membuahkan hasil, namun efektivitasnya juga ditunjang oleh program bantuan pemerintah untuk sektor perbankan. Pada hari Jumat lalu, Ruble sukses menguat sebanyak hampir 6% terhadap US Dollar.

Rusia berencana meng-injeksi 1 triliun Ruble (sekitar $18,6 miliar) ke kas bank-bank komersial mulai tahun depan dan menetapkan aturan jaminan deposito maksimal 1,4 juta Ruble. Langkah ini mendapat kritikan dari ahli ekonomi karena dianggap tidak membantu sistem perbankan. Kemampuan bank-bank untuk mendanai beban hutangnya sangat buruk, dan hal ini merupakan ancaman bagi sektor keuangan.

Pekan lalu sebuah bank lokal mengalami kebangkrutan, dan bunga pinjaman antar bank naik drastis. Level bunga overnight sekarang nyaris mencapai 19%, terlampau tinggi dari batasan ideal dalam sistem perbankan yang sehat. Sialnya fenomena ini justru terjadi di saat perekonomian sedang buruk-buruknya, di mana pemasukan negara tergerus oleh penurunan harga minyak dunia dan embargo yang diberlakukan negara-negara barat. Kredit hutang Rusia terancam masuk status 'junk' dalam daftar rating kredit lembaga Standard & Poor's. Artinya, tidak akan ada perayaan tahun baru secara berlebihan oleh Presiden Vladimir Putin karena jurang resesi ekonomi sudah menunggu di tahun yang baru.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar