Jumat, 21 Juli 2017

world-economy  World Economy

Tahan Diri, BOJ Tunggu Pemimpin Baru

Kamis, 7 Maret 2013 12:34 WIB
Dibaca 551

Monexnews - Bank of Japan hari ini menggelar pertemuan rutin terakhir sebelum lengsernya Masaaki Shirakawa dari kursi gubernur. Otoritas moneter mempertahankan kebijakannya, seakan menanti intervensi dari gubernur yang baru nantinya.

Bank sentral mempertahankan suku bunga di 0.0-0.1% dan tidak mengubah porsi pembelian aset senilai 101 triliun Yen ($1,08 triliun) hingga akhir tahun. Hasil pertemuan sejalan dengan prediksi 10 analis yang disurvei oleh Dow Jones Newswires beberapa waktu sebelumnya. Kurs USD/JPY melemah dari 94.08 ke 93.85 pasca keputusan tersebut.

Anggota dewan gubernur sempat melontarkan beberapa gagasan untuk meningkatkan efektivitas kebijakan. Sayuri Shirai meminta bank sentral secepatnya mengaktivasi program pembelian aset yang tadinya dijadwalkan mulai tahun 2014. Kebijakan itu menurutnya bisa memperkuat program lain yang telah berjalan yaitu operasi pasar uang. Sementara anggota lainnya, Ryuzo Miyao, juga meminta bank sentral mempertahankan suku bunga dekat nol persen sampai terlihat tanda-tanda target inflasi 2% bisa tercapai. Namun kedua gagasan tersebut ditolak oleh forum dengan selisih suara cukup telak.

"BOJ akan menggalakkan pelonggaran moneter secara agresif melalui pemberlakuan suku bunga rendah dan program pembelian aset," demikian rilis media bank sentral pagi ini. Otoritas juga menaikkan rapor penilaian ekonomi bulanan Jepang dan menyatakan perekonomian nasional tidak lagi dalam fase pelemahan.

Secara garis besar, pertemuan bulan ini memang tidak terlalu mempengaruhi kinerja pasar keuangan dan aktivitas bisnis. Dewan gubernur memang sudah diperkirakan bersikap wait and see dalam pertemuan terakhir dengan Masaaki Shirakawa. Namun atensi pasar tentu akan sangat berbeda dalam mencermati hasil pertemuan bulan April, saat gubernur baru Haruhiko Kuroda untuk pertama kalinya memimpin rapat kebijakan. Dengan catatan, parlemen tidak menjegal langkahnya menuju kursi tertinggi bank sentral. Analis keuangan sebagian besar memprediksi munculnya kebijakan baru dalam tata kelola moneter Jepang, yang sangat berbeda dibandingkan gaya kepemimpinan Shirakawa. Beberapa ekonom melihat ada kemungkinan peluncuran agenda moneter baru secara berturut-turut pada pertemuan tanggal 3-4 dan 26 April mendatang.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar