Kamis, 21 September 2017

world-economy  World Economy

Tahan Suku Bunga, BI Belum Inginkan Pelonggaran Moneter

Kamis, 8 Mei 2014 15:59 WIB
Dibaca 522

Monexnews - Bank Indonesia pada pertemuannya hari ini (Kamis, 8 Mei 2014) mempertahankan suku bunga pada level 7.5%. Putusan bank sentral sejalan dengan perkiraan mayoritas pelaku pasar, yang melihat belum waktunya otoritas moneter merombak kebijakannya.

Suku bunga 7.5% dianggap oleh bank sentral sebagai level ideal untuk menjaga stabilitas pos moneter. Gubernur Agus Martowardojo menegaskan bahwa dewan gubernur melakukan langkah terbaik, sekaligus mengklaim bahwa perlambatan ekonomi yang dialami oleh Indonesia bukan efek dari kesalahan strategi. "Saya tidak bisa bicara apa-apa soal pelemahan ekonomi (kuartal I). Hal itu merupakan imbas dari penurunan volume ekspor pasca larangan pengiriman bahan mineral mentah ke luar negeri," kilahnya di hadapan wartawan.

Kombinasi kebijakan pemerintah dalam setahun terakhir memang berhasil menjinakkan inflasi dan menjaga nilai tukar Rupiah. Namun di sisi lain, pengetatan moneter yang berlangsung lama juga ikut menghambat laju pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Kenaikan nilai produk domestik bruto Indonesia tercatat hanya sebesar 5.21% dibandingkan tahun lalu atau di bawah perkiraan 5.6%. Selain dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga sebanyak total 175 basis poin antara bulan Juni dan November 2013.

Agus membela rangkaian strategi dewan gubernur, yang sukses mengatasi tekanan inflasi dan membantu penurunan jumlah defisit neraca transaksi berjalan. Komentarnya itu makin memperkuat keyakinan bahwa formula kebijakan belum akan berubah dalam waktu dekat.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar