Jumat, 24 Maret 2017

breaking-news Klaim Awal Pengangguran AS naik menjadi 258K pekan lalu dari sebelumnya 243K, estimasi 240K

world-economy  World Economy

Tahun 2014, Rasio Utang Indonesia Terhadap PDB Kembali Menurun

Jumat, 2 Januari 2015 11:16 WIB
Dibaca 608

Monexnews - Rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (Debt to GDP Ratio) terus mengalami penurunan, sehingga saat ini telah mencapai batas yang aman.

Dari Statistik Profil Utang Pemerintah Pusat Edisi Desember 2014 yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang terungkap, pada tahun 2014, rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat hanya sebesar 6,6 persen. Angka tersebut menurun cukup signifikan jika dibandingkan rasio utang Indonesia terhadap PDB lima tahun sebelumnya, yakni tahun 2009 yang mencapai 10,9 persen.

Selain itu, pengelolaan fiskal dan utang Indonesia juga relatif semakin membaik, yang setidaknya terlihat dari empat indikator. Pertama, berbagai rasio utang dan rasio biaya utang menunjukkan tren yang semakin membaik, bahkan jika dibandingkan dengan rasio-rasio yang sama di negara lain, termasuk negara maju.

Kedua, kegiatan pengelolaannya telah didasarkan pada ketentuan perundang-undangan yang menjamin transparansi dan akuntabilitas publik. Ketiga, laporan keuangan Bagian Anggaran 999.01 Pengelolaan Utang untuk tahun 2008 hingga 2012 telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Terakhir, credit rating Indonesia yang terus membaik, yang terutama terjadi mulai tahun 2005. Pada tahun 2011, misalnya, lembaga pemeringkat S&P telah menaikkan rating Indonesia dari BB menjadi BB+. Selain itu, lembaga pemeringkat lain seperti Japan Credit Rating Agency (JCRA), Fitch, Moody’s dan R&I juga telah memasukkan Indonesia ke dalam kategori negara investment grade.

Hal tersebut menunjukkan bahwa berbagai upaya pemerintah untuk mengarahkan pengelolaan utang dalam memperoleh sumber pembiayaan dengan biaya dan risiko rendah, dalam jangka panjang dan tidak ada ikatan politik telah menunjukkan hasil positif. Seperti diketahui, utang pemerintah diperlukan untuk membiayai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menyediakan arus kas jangka pendek, serta refinancing utang lama.(wa)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa penyuntingan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar