Sabtu, 16 Desember 2017

world-economy  World Economy

Tahun Depan, Rusia Masuk Periode Resesi

Rabu, 3 Desember 2014 10:15 WIB
Dibaca 720

Monexnews - Rusia resmi menghadapi ancaman resesi tahun depan. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah politik dunia, pemerintah Kremlin mau mengakui fakta pahit yang ada.

Menurut pemangku kebijakan Rusia, perekonomian dalam negeri akan melambat atau kontraksi sebanyak 0,8% di tahun 2015. Pemerintah merevisi anggaran belanjanya tahun depan dengan mempertimbangkan dinamika yang terjadi dalam beebrapa bulan terakhir, termasuk depresiasi kurs mata uang Ruble dan perubahan asumsi harga minyak dari $100 menjadi $80 per barel. Sebelum revisi kemarin, asumsi harga minyak dunia dipatok pada level $100 per barel. Kabar buruknya, kondisi perekonomian Rusia tahun depan bisa semakin buruk karena harga minyak jenis Brent sekarang sudah lebih rendah dibandingkan harga asumsi, di kisaran $71 per barel.

Pemerintah sudah memperkirakan skenario terburuk, di mana perekonomian bisa melambat antara 3,5% dan 4% apabila harga rata-rata minyak berkisar di $60 per barel sepanjang tahun depan. Separuh pemasukan Rusia memang sangat bergantung pada ekspor migas ke luar negeri sehingga penurunan harganya di pasar internasional merupakan pukulan telak bagi negara yang sedang di-embargo oleh Amerika ini. Berkurangnya pendapatan ekspor berpengaruh terhadap kenaikan defisit anggaran dan berujung pada pelemahan nilai tukar mata uang Ruble. Depresiasi kurs domestik kemudian akan membuat harga-harga barang menjadi lebih mahal dan menyakiti konsumen. Penurunan daya beli akan membuat laju bisnis dan konsumsi melambat sehingga perekonomian berbalik lesu.

Untuk tahun 2014, arus inflasi diprediksi menembus 9,7% atau jauh di atas proyeksi sebelumnya di 7,5%. Sementara untuk tahun depan, inflasi diperkirakan berkisar di level 9%. Tekanan inflasi sebesar itu akan memaksa pemerintah untuk menaikkan tunjangan kesejahteraan dan dana pensiun warganya. Sekali lagi, kebijakan ini juga akan berujung pada perlambatan ekonomi nasional.

Di saat yang sama, pemerintah harus mencermati benar pos cadangan devisanya untuk tahun depan. Jumlah simpanan devisa harus cukup untuk menalangi keperluan bank sentral, seperti biaya intervensi pasar uang untuk menjaga kurs Ruble.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar