Kamis, 30 Maret 2017

breaking-news GDP AS Q4 direvisi naik menjadi 2.1%, Klaim Penganguran turun menjadi 258K.

world-economy  World Economy

Tanpa Subsidi, Warga Jepang Enggan Beli Mobil

Kamis, 1 Agustus 2013 12:37 WIB
Dibaca 366

Monexnews - Penjualan otomotif dalam negeri Jepang tercatat anjlok sampai 13.5% dibandingkan bulan Juli tahun 2012. Hal ini dipengaruhi oleh pencabutan subsidi kendaraan oleh pemerintah pusat. 

Total penjualan kendaraan adalah sebesar 284,314 unit di bulan Juli atau turun dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, 328,543 unit. Demikian laporan resmi Japan Automobile Dealers Association beberapa saat lalu. Angka yang diumumkan tidak termasuk penjualan mobil mini dan truk ukuran kecil.

Tepat satu tahun lalu, penjualan kendaraan domestik melonjak 36.1% karena kebijakan subsidi dari pemeirntah. Namun sejak kebijakan itu kadaluarsa bulan September 2012, angka penjualan terus merosot dan konsumen lebih memilih mobil-mobil dengan konsumsi bahan bakar yang hemat. Toyota menjual 142,895 unit kendaraan di bulan Juli lalu, atau turun 13.7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan varian Lexus turun 6.7% menjadi hanya 4,183 unit. Sementara Nissan mengalami penurunan jumlah penjualan domestik sebanyak 6.2% menjadi 42,115 unit dan total penjualan Honda hanya sebesar 24,017 atau turun 47.4% karena minimnya variasi produk anyar.

Penjualan otomotif selalu dianggap sebagai salah satu indikator penting untuk menilai aktivitas belanja konsumen karena selalu menjadi laporan pertama yang dirilis pemerintah. Terlebih lagi sektor ini merupakan motor penggerak ekonomi nasional karena menyerap begitu banyak tenaga kerja. Fakta terbaru yang diperlihatkan asosiasi mencerminkan bahwa daya beli konsumen belum terlalu baik meskipun pemerintah tidak henti mengeluarkan kebijakan suportif.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar