Selasa, 24 Januari 2017

world-economy  World Economy

Target Pertumbuhan Ekonomi RI 2014 Masih Tertinggi Setelah Cina

Selasa, 29 Oktober 2013 15:41 WIB
Dibaca 417

rial, helvetica, sans-serif;">Monexnews - Pertumbuhan ekonomi nasional yang telah ditargetkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 sebesar 6 persen adalah yang tertinggi setelah Cina. Demikian disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah. Pihaknya menilai, ada optimisme diantara pemerintah dan DPR dengan mematok angka pertumbuhan 6 persen.

Secara keseluruhan, penyusunan serta pembahasan APBN 2014 sarat untuk menjaga momentum kinerja perekonomian nasional dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap gejolak perekonomian dunia yang masih belum stabil.

Ia mengakui, target pertumbuhan ini cukup tinggi bila melihat nilai PDB nominal sampai akhir 2013 yang diproyeksikan di atas 900 miliar dolar AS. Meskipun target pertumbuhan ekonomi tidak setinggi periode sebelumnya, namun target 6 persen pada 2014, menempatkan Indonesia sebagai negara emerging-countries dengan pertumbuhan tertinggi di dunia, setelah Cina.

Ia menyebutkan, dalam 5 tahun terakhir, perekonomian Indonesia menunjukkan daya tahan terhadap sejumlah krisis ekonomi global. Alokasi dan prioritas pembiayaan fiskal dalam APBN menjadi salah satu kunci ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif. Selain itu, prinsip kehati-hatian menjaga defisit anggaran tetap di bawah 3 persen terhadap PDB juga berkontribusi pada penguatan fundamental ekonomi nasional.

Di kesempatan yang berbeda, saat konferensi pers Senin (28/10), Menteri Keuangan M. Chatib Basri juga mengatakan bahwa pada 2014 pemerintah memang tidak mengejar angka pertumbuhan tinggi. Karena, dalam patokan 6 persen seperti di APBN 2014, ekonomi Indonesia masih menjadi yang kedua paling tinggi diantara negara G20.

"APBN 2014 bukan untuk dukung growth secara signifikan. Kalau bisa 6 persen saja tetap tumbuh nomor dua di G20. Jadi even dengan growth rendah, dibanding negara lain masih tinggi," pungkasnya. (ak)


Sumber: publikasi resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id


*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar