Rabu, 18 Januari 2017

breaking-news Indeks Rata-Rata Pendapatan Inggris naik 2.8% di November vs 2.6% di Oktober, estimasi 2.6%.

world-economy World Economy

Teka teki di Balik Angka Payrolls

Jumat, 5 Juli 2013 14:11 WIB
Dibaca 922

Monexnews - Dari puluhan data ekonomi sensitif yang berpotensi menggerakkan pasar keuangan, laporan non-farm payrolls adalah indikator yang paling dinantikan investor. Efeknya menjadi begitu besar di pertengahan tahun ini karena bisa mencerminkan masa depan stimulus moneter di Amerika Serikat.

Survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar keuangan menghasilkan estimasi angka payrolls sebesar 165.000 atau sekitar 10.000 lebih sedikit dibandingkan catatan bulan Mei. Meski lebih kecil, prediksi tersebut tergolong bagus terhadap upaya pemulihan Amerika dan sesuai dengan cita-cita bank sentral. Apabila sederet data penting lainnya memperlihatkan kemajuan identik, maka makin kuat juga alasan Ben S. Bernanke untuk menghentikan program stimulus lebih cepat dari target awal.

Analis yang berkecimpung di industri finansial memiliki pandangan beragam terkait estimasi payrolls bulan Juni. Gennadiy Goldberg dari TD Securities memprediksi pertumbuhan tenaga kerja hanya akan mencapai 161.000 di bulan Juni. "Meski begitu, investor bisa mengartikan bahwa laju pertumbuhan berjalan konsisten," kilahnya kepada CNBC. Komentar lebih pesimis dilontarkan oleh Jan Hatzius, Ekonom Goldman Sachs New York. "Kami perkirakan payrolls keluar di kisaran 150.000 atau sama dengan rata-rata daya serap tenaga kerja selama tiga bulan terakhir," demikian Hatzius.

Dalam pernyataannya terdahulu, Ben S. Bernanke menyatakan bahwa skenario yang bisa menghentikan program stimulus adalah perluasan lapangan kerja secara berkesinambungan. Jika dirata-rata dengan data beberapa bulan terakhir, maka estimasi 165.000 termasuk dalam kategori pertumbuhan yang diharapkan bank sentral. Ada satu hal lagi yang ditunggu oleh onvestor dari laporan payrolls bulan Juni, yaitu penurunan rasio pengangguran dari 7.6% menjadi 7.5%. Harapan ini adalah suatu ekspektasi yang wajar karena dibutuhkan penurunan 10.000 pengangguran saja untuk mencapai level di tersebut.

Beberapa data yang terkait erat dengan pasar tenaga kerja sejauh ini dirilis memuaskan. Purchasing managers sektor jasa, yang merupakan sumber lapangan kerja terbesar tahun ini, naik signifikan dari 50.1 ke 54.7 antara Mei-Juni. Sedangkan klaim pengangguran turun dari 348.000 menjadi 343.000 dan employment report versi ADP menunjukkan adanya pembukaan 188.000 lapangan kerja di sektor jasa pada bulan Juni. Kalaupun ada yang mengganjal optimisme pemulihan ekonomi tak lain adalah munculnya sinyal perlambatan di beberapa lini yang tidak kalah penting. Hal ini bisa dimaklumi karena perekonomian Amerika sedang terkendala oleh program penghematan anggaran federal dan pelemahan kinerja ekspor. Alasan itu pula yang membuat lembaga Macroeconomic Advisers memprediksi angka payrolls mentok di 155.000 dalam beberapa bulan ke depan. Jadi, berapapun angka yang keluar hari ini, jalan pemulihan Amerika sesungguhnya masih sangat panjang dan penarikan stimulus tetap sebatas wacana.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar