Rabu, 13 Desember 2017

world-economy  World Economy

Tekanan Inflasi Menhantui RBA

Senin, 3 Februari 2014 9:19 WIB
Dibaca 413

Monexnews - Keinginan masyarakat Australia untuk menjadi terpelajar dan sehar terbukti menjadi salah satu barang mahal seiring kenaikan harga menambah tekanan inflasi meski seiring perekonomian melambat. Tingkat inflasi yang melekat di level tinggi menjadi salah satu tekanan bagi petinggi bank sentral yang ingin mempertahankan tingkat suku bunga di level rendah setelah Australia kesulitan selama musim gugur lalu akibat booming pada sektor pertambangan. Itu artinya Reserve Bank of Australia (RBA) mungkin akan terpaksa untuk menutup peluang pemangkasan suku bunga lebih lanjut pada pertemuan kebijakan pertama di tahun ini pada hari Selasa nanti. Bank sentral mungkin juga harus kembali menegaskan kampanye retoris untuk pelemahan mata uang lokal mengingat resiko kenaikan harga barang impor dapat memicu inflasi lebih lanjut.

"Kenaikan pada inflasi jangka pendek dan resiko dari nilai tukar mata uang membuat RBA sulit untuk mempertahankan bias pelonggaran dan kemungkinan akan beralih menjadi netral," ucap Kieran Davies, ekonom pada Barclays di Sydney. "Terlebih lagi, kami memperkirakan bank sentral akan bertahan hingga akhir tahun ini, dengan kenaikan suku bunga dimulai pada kuartal pertama tahun 2015 dengan asumsi perekonomian sudah menguat."

RBA mempertahankan kebijakan suku bunganya setelah memangkas ke rekor rendah pada 2.5% di bulan Agustus lalu, namun telah menyatakan adanya peluang pelonggaran lanjutan jika dibutuhkan mengingat tingkat inflasi masih rendah. Sehingga hal ini akan menjadi membingungkan saat tingkat inflasi naik sebanyak 0.9% kuartal lalu. Laju tahunan inflasi naik menjadi 2.6%, jauh di atas perkiraan bank sentral sebesar 2.25%. Sementara tingkat inflasi masih berada dalam target jangka panjang RBA yaitu 2-3%, RBA memperkirakan akan memakan waktu hingga pertengahan tahun ini agar tingkat inflasi naik mencapai 2.5%. Jika tingkat inflasi kuartal ketiga dan keempat ditambahkan dan dihitung dalam tingkat tahunan, seperti keinginan kritikus bank sentral, maka inflasi sudah berada pada 3%. Bank sentral saat ini sudah hampir pasti akan merevisi perkiraan inflasi saat merilis outlook perekonomian kuartalan pada hari Jumat nanti.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar