Kamis, 30 Maret 2017

world-economy  World Economy

Teken Ekstensi Bilateral Swap, China juga Janjikan Investasi di RI

Kamis, 3 Oktober 2013 12:53 WIB
Dibaca 592

Monexnews - Bank Indonesia (BI) menyepakati perpanjangan bilateral swap agreement (BSA) dengan pihak China, seperti dinyatakan oleh salah satu pejabat otoritas semalam (Rabu 02/10). Perjanjian kerjasama sistem finansial dengan People’s Bank of China sebelumnya sudah diteken pada tahun 2009 silam.

Menurut Deputi Gubernur Perry Warjiyo kepada Antara, bilateral swap dengan China adalah cara untuk meningkatkan jaminan cadangan devisa dengan mitra dagang Asia. Simpanan ini nantinya dapat dipakai sewaktu-waktu apabila dibutuhkan oleh bank sentral. Di samping perjanjian swap, Dow Jones NewsWires menyebut bahwa otoritas China juga setuju untuk menanamkan modal sebesar $20 miliar pada sektor mineral dan gas Indonesia. Jumlah itu jauh lebih besar dibandingkan investasi tahun 2012 yang hanya senilai $2.2 miliar.

Beberapa pekan sebelumnya, BI sudah lebih dulu meneken perpanjangan bilateral swap dengan pihak Jepang melalui perwakilan Bank of Japan. Ekstensi bilateral swap senilai $12 miliar mulai berlaku sejak 31 Agustus. Sinergi antara Indonesia dengan negara mitra dagang diperlukan guna memastikan rasio kecukupan cadangan valuta asing di tengah ketidakpastian global. Nilai tukar Rupiah kini terpantau pada posisi 11.525 per Dollar.


Berikut adalah kutipan rilis resmi BI yang diterbitkan semalam:

Selasa, 1 Oktober 2013, Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo dan Gubernur People’s Bank of China, ZHOU Xiaochuan menandatangani perjanjian Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA). Perjanjian ini merupakan wujud nyata dari penguatan kerjasama keuangan antar bank sentral dalam kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan. “Kerjasama ini mencerminkan komitmen regional dalam menghadapi kondisi ketidakpastian global dan akan berkontribusi positif dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan domestik,” demikian disampaikan Agus D.W. Martowardojo.

BCSA ini merupakan perpanjangan dari perjanjian sebelumnya senilai CNY100 miliar/IDR175 triliun antara Bank Indonesia dengan People’s Bank of China. Perjanjian akan berlaku selama 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang sesuai persetujuan kedua belah pihak.

Dengan adanya BCSA diharapkan akan meningkatkan perdagangan dan investasi langsung antara Indonesia dan China, membantu penyediaan likuiditas jangka pendek bagi stabilisasi pasar keuangan, dan tujuan lainnya sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Agus D.W. Martowardojo juga meyakini bahwa kerjasama antar bank sentral ini akan semakin meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

 

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar