Minggu, 24 September 2017

world-economy  World Economy

Terkena Stress, Bankir Barclays Putuskan Cuti Panjang

Rabu, 16 Oktober 2013 12:58 WIB
Dibaca 630

Monexnews - Stress bisa membuat orang tidak tenang menjalani kehidupannya. Tekanan pekerjaan bisanya menjadi biang keresahan kalangan profesional, tidak terkecuali di industri keuangan.

Tekanan stress dialami oleh salah satu petinggi perusahaan keuangan Barclays PLC Inggris. Ketimbang terus melanjutkan pekerjaan, Hector Sants memutuskan untuk cuti dari tugasnya sebagai Kepala Divisi Compliance dan Hubungan Hukum. Pria berusia 57 tahun ini mengaku 'lelah dan stress' dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Baru sembilan bulan bekerja di Barclays, Sants memutuskan cuti panjang sampai akhir tahun untuk rehat. Besarnya tanggung jawab dalam memimpin divisi kepatuhan telah membuat sang bankir lelah karena adanya perubahan mekanisme kepemimpinan.

Pada bulan Desember 2012, Hector Sants dipinang oleh Barclays untuk merapikan sistem kepatuhan perusahaan. Mengingat pada saat itu Barclays baru saja terkena denda besar akibat skandal Libor, yang membuat beberapa anggota direksi kehilangan pekerjaannya termasuk CEO Bob Diamond. Untuk pertama kalinya dalam sejarah perseroan, seluruh staf compliance di Barclays harus melapor kepada satu orang pemimpin saja. Sants bahkan juga mengawasi tim bisnis untuk satu kawasan regional.

Kabar cuti panjang Sants semakin menajamkan dinamika berita pasar keuangan, yang selama ini terfokus pada wacana pengetatan aturan oleh pihak pengawas. Banyak perusahaan konon belum menjalankan operasionalnya sesuai ketentuan sehingga otoritas harus menjatuhkan sanksi besar dari waktu ke waktu. Sementara di sisi lain, perusahaan dituntut untuk lebih peduli dengan aspek kepatuhan supaya gejolak di sistem keuangan bisa di-minimalisasi.

Atmosfir dan ketegangan di industri keuangan memang kerap memakan korban jiwa. Beberapa waktu lalu, muncul kabar meninggalnya seorang mahasiswa Jerman bernama Moritz Erhardt di kamar mandi. Pekerja magang di Bank of America ini menderita epilepsi dan ditemukan tak bernyawa pasca bekerja selama tiga hari berturut-turut tanpa istirahat. Pihak bank berjanji untuk meninjau kembali kebijakan terkait jam kerja dan tanggung jawab yang diemban masing-masing karyawannya agar kejadian serupa tidak terulang.

Simpati untuk Sants ramai diberikan via media sosial Twitter oleh pelaku bisnis maupun investor. Sebagian besar dari mereka mengucapkan selamat rehat dan berharap ia bisa kembali bekerja awal tahun depan. Sementara sebagian lainnya mempertanyakan besarnya tekanan yang diterima profesional keuangan, khususnya di perusahaan-perusahaan besar Eropa.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar