Kamis, 19 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Tersudut, Portugal Cari Strategi Penghematan Baru

Senin, 8 April 2013 16:23 WIB
Dibaca 514

Monexnews - Di tengah dinamika krisis Siprus dan masalah perbankan Yunani, negara Portugal mencuri perhatian pelaku pasar keuangan dunia akhir pekan lalu. Jumat kemarin (05/04) pengadilan tertinggi negara itu membatalkan rancangan aturan tentang skema penghematan nasional.

Sebagai prasyarat untuk mendapatkan bailout internasional, Portugal wajib melakukan efisiensi di berbagai lini. Pemerintah kemudian membuat aturan pemotongan gaji dan pensiun bagi pegawai negeri supaya bisa menghemat dana segar. Akan tetapi pengadilan konstitusi membatalkan rancangan regulasi tersebut atas dasar keadilan, mengingat pemangkasan upah yang diajukan tidak mencakup ke semua pekerja. Dengan demikian gugur sudah harapan pemerintah untuk menggalang dana operasional dari penghematan tersebut. Kini mereka harus mencari cara untuk menggalang dana segar antara 900 juta Euro hingga 1,3 miliar Euro atau terpaksa divonis bangkrut untuk tahun buku 2013. Jika gagal menemukan solusi alternatif, Portugal juga terancam tidak diberi dana talangan tahap berikutnya sebesar 78 miliar dari Uni Eropa.

Menteri Keuangan Jerman, Wofgang Schaeuble, meminta Portugal segera mencari strategi baru untuk melakukan penghematan dana. Wall Street Journal melaporkan bahwa Perdana Menteri Pedro Passos Coelho berencana mengajukan proposal efisiensi baru. Pemerintah konon akan membayar upah pegawai negeri dan pensiunan dalam bentuk surat hutang. Meski juru bicara pemerintah telah membantah kabar tersebut, spekulasi tentang skema itu sudah terlanjur merebak. Skenario terburuk adalah Portugal gagal melaksanakan amanat pemangkasan Uni Eropa dan terpaksa meminta modal baru via bailout tahap 2.

Portugal memang bukanlah negara dengan kapitalisasi ekonomi besar di wilayah Eropa. Namun apa yang terjadi di negara ini seakan mengingatkan pelaku keuangan dunia untuk selalu waspada memantau perkembangan terbaru dari benua biru, termasuk kinerja fiskal negara-negara yang bermasalah dengan hutang. Optimalisasi pendapatan sulit dilakukan di tengah lambatnya roda ekonomi, terlebih 75% komponen GDP Portugal berasal dari sektor jasa. Jika sampai deadline yang ditentukan pemerintah gagal menggenjot pemasukan, maka isu klasik soal krisis hutang Eropa kembali melanda pasar finansial.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar